Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Upaya Guru Dalam Pembiasaan Shalat Lima Waktu Murid TPQ Asy Syarif Bariroh, Azmil Mukhibbatul; Hidayah , Siti Abidatul
Amaliyatu Tadris Vol. 1 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Purpoe of this research is to find out Master’s effort ini habitating the five Times Prayer of pupils TPQ Asy Syarif. This research is a field research. This research uses descriptive ualitative reasearch is reporting describing and collecting actual information in detail about exiting symptoms, identifying problems. Wheres the data source is obtained and collected from the field. Based on the resuld of the study. It was illustrated that the efford of the TPQ teacher in the habit of praying five times for TP Asy Syarif’s Student were quete good. By using the method of practice memorizing readings and coaching prayers using the prayer diaries of TPQ Asy Syarif student in which the book contains the initials of teacher and parents to mentor the implementation of the prayer of student at TPQ Asy Syarif
MENEPIS BUDAYA PATRIARKI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Bariroh, Azmil Mukhibbatul; Annisa, Firanti
Amaliyatu Tadris Vol. 1 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patriarchy is a social system that places men as the main central authority figure in social organizations where the position of men is higher than that of women in all aspects of life. Patriarchal culture gives rise to various conflicts in society, especially conflicts in the household which lead to acts of violence against women. Patriarchal culture is still developing in society. Education about patriarchy and gender equality must be carried out so that society can become better and orderly. The Islamic viewpoint that patriarchy is a very contradictory system because Islam upholds justice and glorifies humans by including the position between men and woman.
PENINGKATAN PEMASARAN BERAS DESA SALEN DENGAN PEMBERIAN MEREK KEMASAN Khikmiyah, Siti; Bariroh, Azmil Mukhibbatul; Isti'anah, Nur
Ta'awun Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemasaran hasil produk beras di Desa Salen melalui pendampingan yang berbasis pada pendekatan Participatory Action Research (PAR). Permasalahan utama yang dihadapi oleh petani di desa ini adalah akses pasar yang terbatas, ketergantungan pada perantara, serta kurangnya pengetahuan dalam strategi pemasaran yang efisien. Pendampingan yang diberikan melibatkan pelatihan pemasaran berbasis digital, teknik penentuan harga yang adil, serta peningkatan kualitas produk melalui pengemasan yang menarik dan tepat. Metode penelitian ini melibatkan petani dalam setiap tahap, mulai dari identifikasi masalah hingga implementasi solusi, dengan tujuan untuk memberdayakan mereka dalam mengelola pemasaran produk mereka secara lebih mandiri dan efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pemasaran digital dan kemitraan langsung dengan pengecer mampu membuka akses pasar yang lebih luas, sehingga petani dapat memperoleh harga jual yang lebih stabil dan menguntungkan. Selain itu, pelatihan pengemasan dan pengetahuan tentang kualitas produk meningkatkan daya saing beras petani di pasar. Meskipun terdapat tantangan dalam hal keterbatasan akses teknologi, pendampingan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Desa Salen. Secara keseluruhan, penelitian ini mengonfirmasi bahwa PAR dapat menjadi model pemberdayaan yang efektif dalam sektor pertanian.  
Konsep Kurikulum 2013 Dengan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAI Siswa di SMA Negeri 1 Bangsal Bariroh, Azmil Mukhibbatul; Nabilla, Lufiyah; Imroatus Sholihah, Fitryah; Fadli Robbi, Ahmad; Muchibbudin, Moh. Muchibbudin
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/cwqv0p57

Abstract

Karena kurikulum berisi aturan kerja bagi pendidik, maka kurikulum merupakan komponen pendidikan dengan tujuan keseluruhan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Ini juga secara eksplisit berusaha untuk memfasilitasi pelaksanaan pendidikan. Selain itu, proses implementasi kurikulum berdampak signifikan terhadap standar pengajaran. Kualitas pendidikan yang dihasilkan juga akan tinggi jika kurikulum dapat dilaksanakan dengan sukses. Namun, jika kurikulum tidak diterapkan dengan benar selama proses berlangsung, pendidikan yang buruk juga akan dihasilkan, sehingga lebih sulit untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan membedakan proses implementasi kurikulum K-13 SMA Negeri 1 Bangsal dengan kurikulum merdeka. Dari hasil penyelidikan dan persepsi yang telah dilakukan, pengambilan setelah kesimpulan dapat ditarik: 1. Proses pelaksanaan Kurikulum K-13 terdapat hambatan yang dialami yang ditemui oleh guru. hambatan tersebut meliputi aspek administratif dan pendekatan dalam pelaksanaan pembelajaran. 2. Guru tidak banyak mengalami kendala. Guru diberikan fasilitas dan keleluasaaan dalam merancang pelaksanaan pembelajaran. 3. Terdapat kontras yang signifikan antara Implementasi Kurikulum K-13 dengan Kurikulum Merdeka. Because the curriculum contains work rules for educators, the curriculum is an educational component with the overall goal of achieving national education goals. It also explicitly seeks to facilitate the implementation of education. In addition, the curriculum implementation process has a significant impact on teaching standards. The quality of education produced will also be high if the curriculum can be implemented successfully. However, if the curriculum is not implemented correctly during the process, poor education will also be produced, making it more difficult to achieve national education goals. The purpose of this study is to evaluate and distinguish the implementation process of the K-13 curriculum of SMA Negeri 1 Bangsal with the independent curriculum.. From the results of the investigation and perception that has been carried out, conclusions can be drawn: 1. The process of implementing the K-13 Curriculum has obstacles experienced by teachers. These obstacles include administrative aspects and approaches in the implementation of learning. 2. Teachers do not experience many obstacles. Teachers are given facilities and flexibility in designing the implementation of learning. 3. There is a significant contrast between the Implementation of the K-13 Curriculum and the Independent Curriculum.