Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembangunan Saluran Irigasi Tersier Menggunakan Batu Kali Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian: Pembangunan Saluran Irigasi Tersier Menggunakan Batu Kali Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian Tatrisya Derka, icha
Jurnal Transformasi Digital Masyarakat (DIGIMAS) Vol. 1 No. 2 (2025): DIGIMAS: Transformasi Digital Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/digimas.v1i2.5648

Abstract

Desa Sumberwaru, Kecamatan Sukowono, Jember merupakan salah satu wilayah yang sebagian masyarakat bekerja dibidang pertanian. Namun kondisi lahan pertanian saat ini banyak terdapat saluran irigasi yang rusak dan kering, sedangkan saluran irigasi sendiri memiliki peran yang penting dalam meningkatkan efisiensi distribusi air di lahan pertanian, maka dari itu perlu dilakukan upaya perbaikan sistem irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Langkah awal ialah melakukan pendekatan masyarakat akan pentingnya pembangunan saluran irigasi yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan saluran irigasi sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pertanian. Metode yang digunakan yaitu pendekatan partisipatif masyarakat meliputi sosialisasi dan pelatihan teknis mengenai pemasangan batu kali, dilanjutkan dengan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang pentingnya pembangunan saluran irigasi batu kali semakin meningkat 20% hingga 35%, baik secara pengetahuan maupun teknis. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendukung kemandirian masyarakat dalam pembangunan infrastruktur pertanian. Selain itu, peningkatan produktivitas pertanian akan berdampak pada peningkatan ketahanan pangan desa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memerlukan biaya, sehingga perlu dukungan baik dari pemerintah desa, maupun kolaborasi lintas sektor untuk keberlanjutan pembangunan infrastruktur secara berkala.
Analysis of Clean Water Availability in Batas Hamlet and Tol-tol Hamlet, Pringgondani Village, Sumberjambe District Tatrisya Derka, Icha; Amiluddin, Afif; Faradella, Maulida; Katminto, Katminto; Hanurani, Devi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2026.017.01.8

Abstract

Flash floods in Pringgondani Village have caused significant damage to infrastructure, including disruptions to the clean water supply, thereby affecting environmental, economic, and social conditions. Limited access to safe water poses serious public health risks; therefore, mitigation efforts are essential to enhance the resilience of the water supply system. This study aims to project water demand over the next ten years and to determine the required reservoir storage capacity. A quantitative descriptive approach with community participation was employed, incorporating water demand projections based on population growth and rainfall analysis using a simple runoff method to estimate water availability. The results indicate that the projected water demand over the next ten years will reach 854,012.1 L/day for a population of 7,189 inhabitants. The analysis also shows that the required storage volume for Batas and Tol-tol hamlets is 9.96 m³, while the total reservoir capacity required for Pringgondani Village is approximately 79.75 m³. To ensure an adequate and reliable water supply, the required storage can be achieved by constructing three reservoirs, each measuring 3 m × 3 m × 3 m, providing a total storage capacity of 81 m³, which is sufficient to meet the projected demand. Currently, only two reservoirs with a total capacity of 54 m³ are available, which is insufficient for future demand. Therefore, one additional reservoir supported by a larger-capacity water source is recommended to improve system reliability, meet future demand, reduce the impacts of dry seasons, and provide backup capacity during emergencies such as flash floods.