Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Antara Aspek-Aspek Psikologis Dengan Burnout Pada Perawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Besar Hery Sumardi; Eridha Putra; Gadis Halizasia; Ully Muzakir; Mohd. Rizal Fahmi Adha
Public Health Journal Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dr8yqy02

Abstract

Burnout merupakan suatu kondisi seseorang yang merasakan kelelahan baik secara fisik maupun mental yang disebabkan oleh keterlibatan individu dalam situasi kerja yang memberikan emosional jangka panjang. Kondisi ini muncul ketika seseorang mengalami stress pada pekerjaan yang melibatkan interaksi dengan banyak orang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan aspek-aspek psikologis dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada 70 perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Besar pada bulan Juni 2025 menggunakan metode cross sectional study. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja 2 (KAUPK2) dan Maslach Burnout Inventory (MBI). Data dianalisa secara bivariat. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan chi-square test yang menunjukkan adanya hubungan aspek-aspek psikologis dengan burnout pada perawat (p = 0.005). Dari hasil tersebut maka diharapkan perawat yang bertugas mampu mengetahui burnout yang dialami serta dapat menerapkan cara mengatasi hal tersebut secara efektif sehingga mampu memberikan pelayanan kepada pasien secara berkualitas.
Pengaruh bullying terhadap kesehatan mental remaja di SMA Negeri 16 kota Banda Aceh Wahyuni , Putri; Eridha Putra; Mahruri Saputra; Maulida
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/k7592355

Abstract

Bullying dapat memiliki dampak yang serius pada kesehatan mental remaja. Ini bisa menyebabkan masalah seperti kecemasan, depresi, rendah diri, bahkan resiko untuk bunuh diri. Oleh karena iu, pentingnya untuk mencegah dan menanggulangi bullying agar remaja dapat tumbuh dan berkembang dengan baik secara emosional dan mental. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh bullying terhadap Kesehatan mental remaja di SMA Negeri 16 Kota Banda Aceh. Metode penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan  jumlah sampel sebanyak 112 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan Sampling jenuh. Hasil penelitian, didapatkan nilai p- value 1,000 > 0,05 yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak terdapat pengaruh antara bullying dengan kesehatan mental. Kesimpulan tidak ada pengaruh bullying terhadap kesehatan mental remaja karena faktor bullying yang tidak mempengaruhi kesehatan mental secara langsung.  Akan tetapi Penurunan kesehatan mental merupakan dampak jangka panjang dari bullying, serta bullying dapat meningkatkan risiko penurunan kesehatan mental korban di kemudian hari.
Hubungan Motivasi Perawat Dengan Pelaksanaan Keselamatan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III  Banda Aceh Gunawan, Gunawan; Eridha Putra; Maulida
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/em055e42

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan disiplin ilmu pelayanan kesehatan yang muncul dengan kompleksitas yang berkembang dalam sistem perawatan kesehatan sebagai akibat dari meningkatnya bahaya pada pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Keselamatan pasien bertujuan untuk mencegah dan mengurangi risiko, kesalahan dan bahaya yang terjadi pada pasien selama pemberian layanan kesehatan. Landasan dari disiplin ilmu ini adalah peningkatan berkelanjutan berdasarkan pembelajaran dari kesalahan dan peristiwa yang buruk pada pasien. Penelitian terkait motivasi perawat serta hubungannya dengan pelaksanaan keselamatan pasien di rumah sakit tidak peneliti temukan. Oleh sebab itu dari uraian di atas, maka peneliti berasumsi bahwa ada dugaan hubungan antara motivasi perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan pelaksanaan  keselamatan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan  dalam penelitian ini adalah desain penelitian. Sampel penelitian sebanyak 50 perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Banda Aceh dengan menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis dengan melakukan uji analisis univariat dan analisis bivariat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan nilai P = 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien di Ruang Rawat Inap RS Bhayangkara Tk. III Banda Aceh.
The Influence of First Aid Education on Knowledge Work Accidents in Students of SMK 4 Banda Aceh Wulandari, Yulia; Mahruri Saputra; Eridha Putra; Maulida; Gadis Halizasia
Teewan Journal Solutions Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/js9fgp90

Abstract

First aid is the initial action given to individuals who experience emergency conditions due to injury or accident, before receiving further medical treatment. A person's level of knowledge plays an important role in supporting the effectiveness of education regarding first aid for work accidents. Work accidents themselves can be caused by human factors or environmental factors. This study aims to analyze the effect of first aid education on increasing students' knowledge about work accidents. The method used is quantitative research with a pre-experimental design. The sampling technique used total sampling, with a total of 33 students as respondents. The study was conducted on March 10, 2025 using a questionnaire instrument. The results showed that before being given education, all students (33 people) had a low level of knowledge. However, after receiving education, all respondents experienced a significant increase in knowledge into the good category. Based on the results of the hypothesis test, a p value of 0.000 (<0.05) was obtained, which indicates that H₀ is rejected and Hₐ is accepted. Thus, it can be concluded that first aid education has a significant effect on increasing students' knowledge about work accidents.
The Relationship Between Knowledge Level And Parity With Early Mobilization Activities In Post-Caesarean Section Patients At Teungku Fakinah Hospital, Banda Aceh Putri Raihan, Putri Raihan; Eridha Putra; Ully Muzakir; Reka Julia Utama; Maulida
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/b39g7b15

Abstract

Lack of knowledge about early mobilization and lack of experience in childbirth causes mothers not to do early mobilization after post-cesarean section which can impact the wound healing process. So the problem in this study is the relationship between the level of knowledge and parity with early mobilization activities in post-cesarean section patients. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and parity with early mobilization activities in post-cesarean section patients. The type of research used is quantitative research using a cross-sectional design. The sample collection technique used is Probability Sampling, namely stratified random sampling, obtained a sample of 75 respondents. The study was conducted by distributing questionnaires. Based on this study, the early mobilization variable shows that most of the respondents did early mobilization as many as 54 respondents (72.00%) in the knowledge variable shows that most respondents have a good level of knowledge as many as 44 respondents (58.67%) and the parity variable shows that almost half of the respondents are in multiparity parity as many as 40 respondents (53.33%) and very few in Grande Multipara parity as many as 2 respondents (2.67%). The results of the hypothesis test showed that at the level of knowledge obtained a P value = 0.000 < 0.05 and early mobilization activities obtained a P value = 0.001 < 0.05 so that Ho was rejected and Ha was accepted. It can be concluded that there is a relationship between the level of knowledge and parity with early mobilization activities in post-cesarean section mothers. Based on this study, it is recommended that post-CS patients can increase their knowledge and be given more intensive education about the importance of early mobilization, as well as be given psychological support to overcome fear or discomfort that may be experienced. In addition, it is also necessary to increase collaboration between medical personnel and patients in the planning and implementation of early mobilization. Keywords: Knowledge, Parity, Early Mobilization Activities, Caesarean Section   Kata kunci: pengetahuan, paritas, aktivitas mobilisasi dini, operasi caesar