Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

German Language Level Improvement Through RPG Game "Deutsche Nivellierung": An Educational Approach to Interactive Learning Kristianto, Adam Juliano; Desti Nur Aini
Proceeding of International Conference on Education, Language, Literacies, and Literary Studies (ICONELS) Vol. 1 No. 1 (2024): Bridging Borders: Education, Language, Literature, and Culture on SDGs Awarenes
Publisher : Nexus Publishing NXP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/pnp.v1i2.1

Abstract

The German language has an increasingly important role to play in today's global context, whether in the academic, professional or cultural fields. However, the challenges faced by German learners are often complex, especially in achieving the desired skill level. One of the main problems encountered is the lack of interactive engagement in the learning process, which can result in the inability to sustain learners' interest and motivation. In an attempt to overcome this challenge, innovative approaches need to be introduced. RPG (Role-Playing Game) games offer an engaging and interactive platform that can facilitate language learning in a fun and effective way. With the integration of German language concepts and content into RPG games, learning becomes more interesting and relevant to the learners, which in turn can increase motivation and engagement levels. The flexibility of the platform also gives students the opportunity to learn on their own schedule, while providing a variety of interactive activities that support the development of communication skills in German. The ability to track progress and assess objectively is an important component in improving the quality of learning. However, while the potential of games in language learning has been recognized, research focusing on the integration of German in RPG games is limited. Therefore, there is a significant opportunity to develop new approaches that combine RPG game elements with the German language curriculum to improve learning effectiveness. In this context, this proposal aims to develop an RPG game titled “Deutsche Nivellierung”, which is specifically designed to increase the level of comprehension and mastery of the German language. By applying an integrated educational approach, it is hoped that this game can be an effective tool in supporting interactive and fun German language learning.
PKM yang Berdampak bagi Kesejahteraan : Mendudukkan Dharma Pengabdian berdasarkan Prinsip dan Nilai sebagai Legacy Kampus Bagi Masyarakat Agung Winarno; Desti Nur Aini; Heida Ifkari Safitri; Dian Fadilla
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat (PKM) sebagai salah satu dharma perguruan tinggi kerap dipraktikkan sebagai aktivitas kepatuhan struktural yang berorientasi luaran, bukan sebagai mekanisme transformasi sosial yang terukur. Kondisi ini menimbulkan jarak antara klaim kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan dampak faktual yang dapat dibuktikan. Artikel konseptual ini menempatkan kembali Dharma Pengabdian melalui kerangka prinsip dan nilai yang meliputi relevansi kontekstual, inklusivitas partisipatif, keberlanjutan berbasis potensi lokal, kolaborasi berkeadilan, dan inovasi sosial. Kerangka ini diusulkan sebagai landasan desain PKM yang tidak hanya menghasilkan solusi, tetapi juga membangun relasi pengetahuan yang setara antara kampus dan komunitas. Pembahasan menyoroti pergeseran paradigma PKM dari model intervensi top-down menuju co-creation, penguatan tata kelola kolaboratif berbasis pentahelix, serta integrasi proses akademik seperti project-based learning tanpa menempatkan masyarakat sebagai objek praktik mahasiswa. Selain itu, artikel ini mengkritisi kecenderungan penempelan PKM dengan Sustainable Development Goals, dan menawarkan pendekatan pemetaan dampak yang lebih akuntabel. Dengan menegaskan bahwa legacy PKM bukan sekadar reputasi institusional, tetapi jejak perubahan sosial yang dapat diwariskan, ditransfer, dan direplikasi, artikel ini memberikan kontribusi konseptual berupa model pemaknaan ulang PKM sebagai praktik sosial, instrumen keadilan pengetahuan, dan wujud komitmen perguruan tinggi dalam membangun masyarakat berdaya secara berkelanjutan