Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Pengetahuan Remaja terhadap Retinol dalam Permasalahan Acne Vulgaris Zulfikri Firmansyah Prayitno Utomo; Nenny Triastuti; Yelvi Levani; Enik Srihartati
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 1 No 3 (2024): Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v1i3.24775

Abstract

Acne vulgaris adalah gangguan inflamasi kronis yang menyerang terutama pada remaja dan dewasa muda yang disebabkan oleh interaksi faktor genetik dan lingkungan. Salah satu perawatan untuk penderita acne vulgaris adalah produk skincare dengan kandungan retinol. Tingkat pengetahuan remaja mengenai retinol dan acne vulgaris sangat berpengaruh terhadap pengobatan acne vulgaris dimana keterbatasan pengetahuan mengenai obat dan penggunaannya dapat menimbulkan kesalahan dalam pengobatan. Tujuan: Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tingkat pengetahuan remaja mengenai retinol dalam mengurangi permasalahan acne vulgaris. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa/i SMPN 1 Ranuyoso dan SMAN 1 Klakah dengan total sampel sebanyak 91 orang. Pengujian dilakukan menggunakan uji chi square menggunakan SPSS versi 25. Hasil: Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja terhadap retinol terbanyak yaitu pada kategori baik dengan persentase 85,11%. Sedangkan tingkat keefektivitas retinol terhadap acne vulgaris adalah sebesar 96,7%. Pada uji chi square, penelitian ini menunjukkan tidak terdapat pengaruh tingkat pengetahuan remaja terhadap retinol dalam permasalahan acne vulgaris (p = 0,381). Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada tingkat pengetahuan remaja terhadap permasalahan acne vulgaris.
Education As An Effort To Increase Public Awareness Of Leprosy Through The Health Promotion Program Of The Health Center, Dermatology Polyclinic, Muhammadiyah Hospital, Lamongan Enik Srihartati; Sofyan Azhari Dimya Putra; Aringga Yusuf Amrullah; Rosyinaafi Rudie Al Mahdi; Asra Zahra Asdi; Raisa Jehan Fawwazie; Qonita Aulianisa Isfahanni
DokTIn MEDIKA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Pebruary 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Leprosy remains a communicable disease that can cause permanent disability if not detected and treated early. Low community literacy about leprosy, particularly in primary health care settings such as Brondong Health Center, poses a major challenge. This community service program aimed to increase public awareness and knowledge regarding risk factors, signs and symptoms, and the importance of early detection of leprosy. Methods: The program applied a Service Learning (SL) approach, conducted directly at Brondong Health Center. Activities included interactive health education using presentations, educational videos, question-and-answer sessions, quizzes, and distribution of educational leaflets and posters. Evaluation was carried out using standardized pretest and posttest questionnaires. Result: The program showed an increase in participants’ knowledge scores, with the majority achieving at least a 50% improvement from pretest to posttest. Participants demonstrated higher awareness of leprosy symptoms and risk factors, as well as a positive response toward routine skin and nerve examinations. Conclusion: Community-based structured education through health promotion activities effectively improved public knowledge and awareness regarding leprosy. Such interventions play an important role in reducing delayed diagnosis and preventing disability in affected individuals. Keywords: Leprosy, Health Education, Community Awareness, Early Detection, Service Learning