Ulfida, Fajira
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Leksikon Etnomedisin dalam Pengobatan Tradisional Masyarakat Aceh: Kajian Ekolinguistik Ulfida, Fajira; Ramli, Ramli; Arianto, Budi
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.7700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna dan fungsi leksikon tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat tradisional masyarakat Aceh Barat Daya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Aceh Barat Daya, yaitu Kecamatan Blang Pidie (wilayah timur), Kecamatan Susoh (wilayah barat), dan Kecamatan Lembah Sabil (wilayah selatan). Sumber data utama diperoleh melalui wawancara langsung dengan tabib, tokoh masyarakat dan pasien yang masih mempraktikkan pengobatan tradisional. Data penelitian ini berupa leksikon tumbuhan obat tradisional yang diperoleh langsung dari informan. Teknik pengumpulan datanya meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen berupa lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan model analisis interaktif, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan keberagaman bentuk leksikon tumbuhan, seperti kata dasar seperti ‘arhreu’ (serai); kata ulang, seperti ‘ati-ati’ (miana); kata majemuk, seperti ‘tungkat ali’ (tongkat ali) dan leksikon yang berwujud frasa, yaitu frasa endosentris atributif, seperti ‘rayö puteh’ (kembang sepatu), dan frasa eksosentris nondirektif, ‘si jaloh’ (jaloh) dan ‘si keb-keb’ (kaposanda). Makna leksikon ini dianalisis dari sudut pandang semantik terkait makna leksikal, sementara fungsinya menunjukkan bagaimana masyarakat menggunakan dan menerapkan leksikon tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pengetahuan turun-temurun. Temuan ini menunjukkan bahwa leksikon etnomedisin memiliki relevansi lintas bidang, mulai dari linguistik dan antropologi hingga kesehatan, khususnya dalam pengembangan obat berbasis tanaman lokal. Penelitian ini turut berkontribusi pada pelestarian pengetahuan tradisional dan mendorong integrasi kearifan lokal dalam studi ilmiah modern.