Muhammad Mahfuz
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GENDER DISPARITIES IN EMPLOYMENT IN NORTH LOMBOK REGENCY: A FEMINIST ECONOMIC ANALYSIS OF LABOR PARTICIPATION AND THE INFORMAL SECTOR Ernaldo Fikrul Arifin; Muhammad Mahfuz; Dian Aulia Mutia Sari
GEMOVE: Journal of Gender, Movement, and Empowerment Vol. 1 No. 1 (2025): GEMOVE: Journal of Gender, Movement, and Empowerment
Publisher : Akademi Bisnis Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines gender disparities in employment in North Lombok Regency through a feminist economic lens, analyzing labor force participation patterns and informal sector concentration. Using data from the 2024 National Labor Force Survey (Sakernas), this research reveals significant gender gaps in the labor market. The Labor Force Participation Rate (LFPR) shows a 22.06 percentage point gap, with males at 91.97% and females at 69.91%. The analysis demonstrates that 22.32% of working-age women are engaged in household duties compared to only 1.78% of men, reflecting the gendered division of reproductive labor. Furthermore, 82.28% of employed women work in the informal sector, predominantly as unpaid family workers (35.90%), while men have greater access to formal employment (32.17%) and wage positions (30.52%). This research employs a literature review methodology, integrating feminist economic theory to critique structural barriers that perpetuate gender inequality in employment. The findings indicate that patriarchal structures, unrecognized reproductive work, and occupational segregation systematically marginalize women in the labor market. The study concludes that addressing gender disparities requires policy interventions recognizing the economic value of care work, promoting women's access to formal employment, and transforming gender norms that confine women to domestic roles.
Integrasi Faktor Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) dalam Manajemen Keuangan Perusahaan Evi Rosdiyanti; Muhammad Mahfuz; Jumadil Akhir; Sairil Anwar
Journal of Public Sector Financial Management Vol 2 No 2 (2026): Journal of Public Sector Financial Management (Oktober)
Publisher : Bussiness Academy of Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67462/zy14ct54

Abstract

Integrasi faktor Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) dalam manajemen keuangan perusahaan semakin dianggap sebagai elemen penting dalam perencanaan dan pengambilan keputusan finansial yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perusahaan mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG dalam manajemen keuangan mereka dan mengeksplorasi dampak penerapan ESG terhadap kinerja keuangan perusahaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus dan analisis konten, penelitian ini mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam dengan pengambil keputusan di sektor keuangan dan keberlanjutan, serta data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola secara signifikan mempengaruhi keputusan investasi, alokasi modal, serta pengelolaan risiko dalam perusahaan. Integrasi ESG memungkinkan perusahaan untuk mengurangi risiko jangka panjang terkait dengan perubahan regulasi lingkungan, konflik sosial, dan praktik tata kelola yang buruk. Selain itu, perusahaan yang mengimplementasikan kebijakan ESG yang kuat menunjukkan peningkatan efisiensi operasional dan dapat memperoleh akses yang lebih baik ke modal, meningkatkan reputasi, dan mengurangi biaya modal. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya standar konsisten dalam pengukuran dan pelaporan kinerja ESG, serta kesulitan dalam mengukur dampak langsung dari faktor ESG terhadap kinerja finansial jangka pendek. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya integrasi ESG dalam manajemen keuangan untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan dan mengurangi ketidakpastian di pasar global.