Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN BERBASIS DESIGN THINKING BAGI ANAK USIA DINI DESA SINAR MAS ALAM Laula Khairun Nisa; Elvia Rahma Nisa; Nadya Nurul Fitriani; Aditya Permana; Azizah Debi Safitri; Harfa Alifio Dito Ananta; Faiq Adhwa Hasanuddin; Aryan Danil Mirza. BR; Neny Desriani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3473

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan kebiasaan penting dalam menjaga kebersihan dan mencegah penyebaran penyakit menular, terutama pada anak usia dini. Namun, di Desa Sinar Mas Alam, Kabupaten Lampung Utara, kesadaran mengenai pentingnya CTPS masih rendah akibat keterbatasan edukasi kesehatan dan fasilitas pendukung. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kebiasaan CTPS melalui pendekatan Design Thinking (DT) yang berfokus pada lima tahapan: empati, perumusan masalah, ideasi, prototipe, dan pengujian. Program edukasi ini diterapkan di PAUD Desa Sinar Mas Alam dengan metode interaktif, seperti lagu dan simulasi cuci tangan langsung, untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan perilaku positif di kalangan anak-anak PAUD, yang mulai menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun di lingkungan sekolah. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pendekatan DT dapat menjadi strategi edukasi yang efektif dan berkelanjutan, di mana anak-anak PAUD berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat di lingkungan yang lebih luas.
Mengkaji Kebijakan Pembatasan Usia Pernikahan dan Kaitannya Dengan Dispensasi Pernikahan Oprasetya Fajar Thorifa'i; Muhammad Rayhan Syauqii; Laula Khairun Nisa; Fuad Abdulgani; Teuku Fahmi
Nengah Nyappur Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nengahnyappur.v4i1.71

Abstract

Pernikahan dini menjadi salah satu fenomena sosial sekaligus masalah yang harus dihadapi serta harus segera diselesaikan. Dalam upaya menyelesaikan masalah tersebut, pemerintah memberlakukan pembatasan usia pernikahan. Namun dalam pelaksanaannya, pemerintah sendiri memberikan kelonggaran kelonggaran berupa pengajuan dispensasi pernikahan. Berdasarkan latar belakang tersebut, artikel ini disusun untuk mengkaji kebijakan pembatasan usia pernikahan dan kaitannya dengan dispensasi pernikahan. Jenis data yang digunakan dalam pengabdian ini adalah jenis data sekunder, Tujuan analisis data sekunder,yaitu untuk menggali dan menemukan permasalahan (pertanyaan) pengabdian baru serta menguji kebenaran hasil pengabdian terdahulu. Dalam menggunakan analisis data sekunder peneliti harus memperhatikan kualitas data yang akan digunakan Dikeluarkannya kebijakan dispensasi pernikahan, nyatanya mengurangi efektivitas dibentukknya undang undang pembatasan usia perkawinan, namun apabila dilihat lebih dalam, pernikahan usia dini terjadi karena maraknya fenomena hamil diluar nikah, maka menikah menjadi jalan satu satunya. Maka upaya yang dapat dilakukan diantaranya penyediaan pendidikan formal yang dapat memadai, pemberdayaan peran keluarga dalam mencegah dan memahami bahaya dari perkawinan usia dini, peningkatan peran dari pemerintah, & Menciptakan kondisi kesetaraan gender.