p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Serina Abdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN UMKM WANITA DALAM USAHA BATIK DI TANJUNGPANDAN Mei Ie; Salsabilla Ayundha Martsha Buana
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i3.26190

Abstract

Sudah menjadi rahasia umum bahwa batik merupakan produk yang memiliki nilai tradisonal dan kelokalan yang disukai banyak orang termasuk para turis. Namun, pada saat ini untuk nilai lebih dari produk Batik Kelekak masih termasuk kurang menarik. Karena hal tersebut, pihak mitra harus dapat mengenali dahulu bagaimana proses kewirausahaan berjalan. Dengan adanya proses pengenalan kewirausahaan yang diberikan oleh Tim PKM Universitas Tarumanagara dalam bentuk seminar dan pendampingan, diharapkan dapat membantu mitra untuk melakukan peningkatan dalam melakukan pemasaran terhadap produknya secara baik hingga dapat mencapai target konsumen. Selain itu, diharapkan juga mitra memperoleh keloyalitasan dari seorang konsumen yang kedepannya melakukan pembelian kembali pada produk yang mereka hasilkan. Target luaran yang akan dihasilkan oleh Tim PKM Universitas Tarumanagara adalah berupa pembagian ilmu pengetahuan berkaitan dengan ilmu wirausaha dan juga strategi atau kiat-kiat bagaimana cara melakukan pertumbuhan usaha, terutama mengenai strategi atau kiat-kiat dalam melakukan pemasaran hasil produk. Artikel publikasi dalam temu ilmiah merupakan target luaran wajib yang akan dihasilkan oleh Tim PKM Universitas Tarumanagara. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyakat kali ini terdiri dari beberapa kegiatan seperti melakukan interview dengan pihak mitra, studi literatur yang relevan, penyusunan rencana kegiatan pendampingan pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan kegiatan PKM, evaluasi kegiatan, serta penyusunan dan penyerahan laporan kegiatan.
MENEMUKAN JIWA ENTREPRENEUR SISWA MELALUI PENDEKATAN BRAIN COLOR Mei Ie; Salsabilla Ayundha Martsha Buana
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.37034

Abstract

The introduction and development of entrepreneurial skills since school can provide better provisions for students to face the world of work and even create jobs independently. One approach that is often used to recognise personality related to entrepreneurship is the brain colour approach. This approach divides a person's personality into four groups, namely: blue, yellow, green and orange. Each group has different ways of learning and tendencies. This method can be used in education to identify students' strengths and weaknesses. This can correlate with the development of entrepreneurial skills. Basically, entrepreneurship at a young age has goals such as giving children the opportunity to grow into a more creative person, giving lessons on how to handle a problem, and training children to be more confident. The objectives to be achieved from this community service activity are to provide new insights with the introduction of entrepreneurial characteristics to students and provide opportunities for students to get to know themselves better through brain colour measurement. ABSTRAK Pengenalan dan pengembangan keterampilan kewirausahaan sejak di bangku sekolah dapat memberikan bekal yang lebih baik kepada siswa untuk menghadapi dunia kerja dan bahkan menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Salah satu pendekatan yang sering digunakan untuk mengenal kepribadian yang berkaitan dengan kewirausahaan adalah pendekatan brain color. Pendekatan ini membagi kepribadian seseorang menjadi empat kelompok, yaitu: biru, kuning, hijau, dan jingga. Setiap kelompok memiliki cara mereka belajar dan kecenderungan yang berbeda. Metode ini dapat digunakan dalam pendidikan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa. Ini dapat berkorelasi dengan pengembangan keterampilan kewirausahaan. Pada dasarnya, kewirausahaan di usia muda memiliki tujuan seperti memberikan kesempatan pada anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kreatif, memberikan pelajaran bagaimana menangani sebuah masalah, dan melatih anak untuk lebih percaya diri. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan wawasan baru dengan dilakukannya pengenalan mengenai karakteristik kewirausahaan kepada para siswa/I dan memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk lebih mengenal dirinya sendiri melalui pengukuran brain color.