Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BERKREASI TANPA MERUSAK BUMI: KOMUNIKASI LINGKUNGAN DI RUMAH BELAJAR PELANGI NUSANTARA Aulia, Sisca; Lishia Wudjud
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.35253

Abstract

Creative communication-based environmental education activities carried out at Rumah Belajar Pelangi Nusantara are an innovative form of non-formal education that targets marginalized children in the Rawamangun under-bridge area, Jakarta. This learning house, previously known as Sekolah Kolong Pelangi, was founded by Valentina Sastrodihardjo with a vision to instill the values ​​of diversity, Pancasila, and love for the homeland in children who do not have access to formal education due to administrative and economic limitations. Through a participatory approach, children are invited to create works of art and handicraft products from used and environmentally friendly materials. The purpose of this activity is to raise awareness that good communication can produce creativity that has a selling value, shape character, and develop critical and creative thinking skills. This program is a means of training sustainable life skills that are relevant to today's environmental challenges. The results of the activity show that a contextual, inclusive, and fun educational approach can be applied effectively even with limited infrastructure and resources. Children showed significant improvements in environmental awareness, self-confidence, and their ability to express ideas through creative media. The Pelangi Nusantara Learning House is a transformative learning model that integrates national values with the principles of environmental sustainability, while strengthening the role of alternative education in forming a young generation that is resilient, empowered, and cares about the future of the earth. ABSTRAK Kegiatan edukasi lingkungan berbasis komunikasi kreatif yang dilaksanakan di Rumah Belajar Pelangi Nusantara merupakan bentuk inovatif dari pendidikan nonformal yang menyasar anak-anak marjinal di kawasan kolong jembatan Rawamangun, Jakarta. Rumah belajar ini, yang sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Kolong Pelangi, didirikan oleh Valentina Sastrodihardjo dengan visi untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan, Pancasila, dan cinta tanah air pada anak-anak yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal karena keterbatasan administratif dan ekonomi. Melalui pendekatan partisipatif, anak-anak diajak menciptakan karya seni dan produk kerajinan tangan dari bahan bekas dan ramah lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran dengan berkomunikasi yang baik dapat menghasilkan kreatifitas memiliki nilai jual, membentuk karakter, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Program ini menjadi sarana pelatihan keterampilan hidup berkelanjutan yang relevan dengan tantangan lingkungan masa kini. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang kontekstual, inklusif, dan menyenangkan dapat diterapkan secara efektif bahkan dalam keterbatasan infrastruktur dan sumber daya. Anak-anak menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepedulian terhadap lingkungan, rasa percaya diri, serta kemampuan mereka dalam mengekspresikan gagasan melalui media kreatif. Rumah Belajar Pelangi Nusantara menjadi model pembelajaran transformatif yang mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan, sekaligus memperkuat peran pendidikan alternatif dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berdaya, dan peduli terhadap masa depan bumi.