This Author published in this journals
All Journal Berita Biologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI RHIZOSFER DARI TANAMAN KACANG GUDE (Cajanus cajan L) SEBAGAI PENGHASIL HORMON IAA (Indole Acetic Acid) DAN APLIKASINYA PADA BENIH PADI (Oryza sativa L) Fallo, Gergonius; Banusu, Maria Sarliana; Pardosi, Lukas; Tefa, Anna
Berita Biologi Vol 22 No 1 (2023): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2023.803

Abstract

Indole Acetic Acid (IAA) merupakan hormon tumbuh yang memegang peranan penting pada semua tanaman dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkarakterisasi bakteri rhizosfer penghasil IAA dari tanaman kacang gude (Cajanus cajan L) sebagai penghasil IAA dan mengetahui pengaruh isolat bakteri tersebut terhadap perkecambahan benih padi (Oryza sativa L). Penelitian diawali dengan pengambilan sampel, isolasi bakteri menggunakan media Nutrient Agar (NA) dan seleksi isolat bakteri penghasil IAA. Seleksi isolate baketri penghasil IAA dilakukan dengan cara menumbuhkan isolat bakteri pada media Nutrient Broth (NB) + triptofan dan direaksikan dengan reagen Salkowski. Hasil isolasi diperoleh tujuh isolat dengan karakter morfologi koloni berukuran kecil dan sedang, warna koloni putih, bentuk koloni bundar, berserabut, tidak teratur, elevasi koloni datar, umbunate, pulvinate, dan cembung. Tepi koloni rata, bergelombang dan berlekuk. Hasil seleksi didapatkan tiga isolat yaitu RTG-01, RTG-02 dan RTG-03 yang menghasilkan IAA. Hasil identifikasi mikroskopis isolat RTG-01 dan RTG-02 bentuk sel bulat Gram negatif dan isolat RTG-03 bentuk sel batang Gram positif. Isolat bakteri penghasil IAA diaplikasikan pada benih padi dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan ketiga isolat bakteri penghasil IAA tidak berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, dan berat kering kecambah normal padi, namun berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap daya berkecambah.