Widajati, Mumpuni Nugroho
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Pengasuhan Anak dan Pencegahan Pernikahan Dini melalui Penerapan Fungsi Keluarga pada Bina Keluarga Remaja (BKR) Desa Cimande, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Syuaib, Amirah; Herawati, Tin; Widajati, Mumpuni Nugroho
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 2 No 4 (2024): JPMII - Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.513

Abstract

Berdasarkan data UNICEF (2023), Indonesia menempati peringkat keempat dalam kasus pernikahan anak terbanyak di dunia dengan jumlah kasus mencapai 2,553 juta. Permasalahan ini diperparah oleh kurangnya pengawasan keluarga dan lemahnya fungsi keluarga dalam mendidik serta melindungi anak remaja. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan peran keluarga dalam mendidik serta melindungi anak remaja dari pernikahan dini dan masalah reproduksi melalui penerapan fungsi keluarga. Program ini dilaksanakan dalam dua sesi edukasi yang melibatkan total 32 peserta dari Bina Keluarga Remaja (BKR) Aster Desa Cimande. Sesi pertama membahas pencegahan pernikahan dini dan ancaman reproduksi pada remaja melalui 8 fungsi keluarga, sementara sesi kedua fokus pada strategi pengasuhan anak remaja Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai pencegahan pernikahan dini dan strategi pengasuhan anak remaja yang ditunjukkan melalaui peningkatan skor peserta dari pretest ke post-test.
Optimalisasi Konsep Diri dan Interaksi Teman Sebaya pada Anggota PIK-R SMA Negeri 1 Tajurhalang Maria, Della; Herawati, Tin; Widajati, Mumpuni Nugroho
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 2 No 5 (2024): JPMII - Oktober 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.559

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang kompleks dan saat terjadinya perubahan biologis, psikologis, dan sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental dan konsep diri (Yuliasari, 2020; Santrock, 2002). Konsep diri yang sehat dan interaksi teman sebaya yang positif sangat penting untuk mendukung kesehatan mental remaja dan mengatasi tantangan yang dihadapi selama periode ini. Program edukasi bertema “Teen Core: Self Concept & Peer Interaction, Optimalisasi Konsep Diri dan Interaksi Teman Sebaya serta Pemberian Layanan Konseling” diadakan pada 25 Mei 2024 di SMA Negeri 1 Tajurhalang, dengan melibatkan 17 anggota PIK-R. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota mengenai konsep diri dan interaksi teman sebaya serta memberikan layanan konseling. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, pre-test dan post-test, layanan konseling, serta penyebaran informasi melalui flyer. Kegiatan ini mencakup pemaparan materi interaktif mengenai konsep diri dan interaksi teman sebaya, diakhiri dengan sesi dokumentasi dan layanan konseling kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata meningkat dari 78 pada pre-test menjadi 100 pada post-test. Program ini juga menunjukkan perlunya perhatian pada aspek sikap dan keterampilan dalam implementasi konsep diri dan konseling sebaya. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan pentingnya pengembangan konsep diri yang sehat dan interaksi sosial yang positif bagi remaja.
Optimalisasi Aspek Psikososial pada Lansia di Sekolah Lansia Wijayakusuma Ciomas Bogor Meilasari, Mila; Herawati, Tin; Widajati, Mumpuni Nugroho
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 2 No 4 (2024): JPMII - Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.574

Abstract

Menurut Badan Pusat Statistik atau BPS 2023, persentase lansia di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 4 persen pada tahun 2010-2022, yaitu menjadi 11,75 persen. Proses menua merupakan sebuah perjalanan alamiah dalam kehidupan seseorang. Hal-hal yang bisa menganggu keseimbangan dan mengarahkan lansia ke penurunan yang progresif, salah satunya pada perkembangan psikososial.  Tujuan dari program ini untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan para lansia mengenai aspek psikososial, interaksi sosial dan manajemen stress. Program ini dilaksanakan dalam dua sesi edukasi melibatkan total 30 peserta lansia dari Sekolah Lansia Wijayakusuma Ciomas, Bogor.  Sesi pertama membahas edukasi aspek psikososial dan interaksi sosial pada lansia, kemudian sesi kedua membahas manajemen stress pada lansia. Peningkatan pengetahuan diukur menggunakan pre-test dan post test. Hasil kegiatan pada masing-masing materi yang diberikan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada lansia yang ditunjukkan pada peningkatan skor lansia melalui pre-test dan post-test yang diberikan.