Betriatie, Betriatie
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kolaborasi Antara Guru Pendidikan Kewarganegaraan dan Kepolisian dalam Meningkatkan Kesadaran Hukum Tentang Narkoba di SMKN 4 Pangkalan Bun Betriatie, Betriatie; Putra, Chandra Anugrah
Jurnal Perspektif Penelitian Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Perspektif Penelitian Pendidikan
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jppp.v2i2.10139

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah serius yang mengancam keamanan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Pendidikan memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba kepada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kolaborasi antara guru Pendidikan Kewarganegaraan dan kepolisian dalam meningkatkan kesadaran hukum tentang narkoba di SMKN 4 Pangkalan Bun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Evaluasi terhadap pemahaman siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah melalui kegiatan kolaborasi antara guru Pendidikan Kewarganegaraan dan kepolisian. Guru Pendidikan Kewarganegaraan di SMKN 4 Pangkalan Bun memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami aspek hukum dan nilai-nilai terkait narkoba. Adapun Strategi yang diterapkan guru dalam mencegah penyalahgunaan narkotika meliputi: menyisipkan materi tentang bahaya narkotika dalam pembelajaran, memberikan nasihat, mengajarkan nilai-nilai moral dan etika, mengadakan diskusi serta refleksi, dan mendorong partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Sedangkan kepolisian menerapkan beberapa strategi dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di SMKN 4 Pangkalan Bun. Strategi tersebut meliputi: memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba, jenis-jenis narkotika, serta hukum yang berlaku; mengadakan simulasi pengambilan keputusan terkait narkoba; serta mendorong siswa melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba melalui saluran komunikasi yang tersedia. Dengan demikian, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.