Ulfah, Putri Rahmaida
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Review Of Islamic Law On The Sale And Purchase Of Sacrificial Animal Skins Among The Community Ulfah, Putri Rahmaida; Sairazi, Abdul Hafiz; Ruslan, Ruslan; Khairiyah, Khairiyah; Saputri, Dika Idha; Madinah, Nuril
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 2 (2023): The Development of Islamic Law and Culture in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i2.3

Abstract

ABSTRACT This study examines the Review of Islamic Law Regarding the Sale and Purchase of Sacrificial Animal Skins Among the Community. Sacrifice is the ritual of slaughtering livestock such as goats, sheep, cows and buffaloes. Sacrifice is carried out by Muslims who can afford it on Eid al-Adha. The purpose of this research is to find out how the practice of buying and selling qurban animal skins is in the community? To find out how the review of Islamic law regarding the sale and purchase of sacrificial animals among the community? This study used a descriptive qualitative research method and the collection technique was carried out by collecting data by observing and interviewing the parties who were used as research informants. The interview technique that was carried out was by asking questions, one of which was via the media via WhatsApp to people I knew who I often saw or witnessed the buying and selling process of the sacrificial animals. The results of the research I got showed that usually people do this because they need to buy plastic to wrap, buy food and even drink for the slaughterers and even the money can also be used for their own personal interests. In Islamic law, it is forbidden to sell parts of the qurban animal in the form of meat, head, legs, bones and skin. Therefore, the law is clear that based on the Qur'an, hadith and the opinions of the scholars, it is argued that the sale and purchase of the skins of sacrificial animals is prohibited. Keywords: buy and sell, sacrificial animal skins ABSTRAK Penelitian ini mengkaji mengenai Tinjauan Hukum Islam Mengenai Jual Beli Kulit Hewan Qurban Di Kalangan Masyarkat. Kurban adalah ibadah penyembelihan hewan ternak seperti kambing,domba,sapi,dan kerbau. Berkurban dilakukan oleh umat muslim yang mampu pada Idul Adha.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik jual beli kulit hewan qurban ini di kalangan masyarakat? Untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam mengenai jual beli hewan qurban di kalangan masyarakat?Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan teknik pengumpulan nya dilakukan dengan mengumpulkan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dari para pihak yang dijadikan informan penelitian. Teknik wawancara yang dilakukan adalah dengan bertanya tanya salah satunya dengan media via whatsapp kepada orang yang saya kenal yang saya ketahui sering melihat atau menyaksikan proses jual beli hewan qurban tersebut. Hasil penelitian yang saya dapatkan menunjukkan bahwa biasanya orang melakukan hal tersebut karena kebutuhan ingin membeli plastik untuk membungkus,membeli makanan bahkan minuman untuk para penyembelih nya bahkan uangnya bisa juga digunakan untuk kepentingan pribadi masing masing. Di dalam Hukum Islam Jual Beli kulit hewan qurban hukumnya adalah haram menjual sebagian dari hewan qurban baik berupa daging,kepala,kaki,tulang,dan kulit. Oleh sebab itu,jelas hukumnya bahwa berdasarkan al-qur’-an,hadis dan pendapat para ulama berpendapat bahwa jual beli kulit hewan qurban dilarang. Kata Kunci : Jual Beli, Kulit Hewan Qurban
Perception of Married Couples on Religious Counseling Conducted by KUA, Basarang District, Kapuas Regency Ulfah, Putri Rahmaida; Fadillah, Rahmat
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.619

Abstract

Abstract This research is motivated by the requirement in applying for marriage at KUA, namely using religious counseling. Based on the background of the problem, the purpose of this study is to find out the impact of couples who are given and not given religious counseling, to find out the impact of attending and not attending religious counseling by KUA, Basarang District, Kapuas Regency, to find out the obstacles faced by KUA in religious counseling This study uses empirical law research methods. The approach of this research is qualitative descriptive, with the research location located in Basarang District, Kapuas Regency. The data used in this study came from interviews with the community or couples in Basarang District. The methods used to collect data for this research are interviews and documentation studies. The results of this study are: first, the perception of husband and wife on the impact of providing religious counseling and not providing counseling to couples who want to get married in Basarang District, Kapuas Regency. The perception of married couples towards religious counseling is as a means for married couples to form a sakinah family. The benefits of religious counseling itself are very many, such as the procedure for marriage contracts, , fiqh sciences about marriage (munakahat) so that attending religious counseling is influential in the harmony of married couples. Second, is how the obstacles obtained by the KUA of Basarang District towards religious counseling, The constraint of this implementation is because the KUA gets obstacles from people who cannot attend because their domicile is far away or sick and so on. Kua also gets obstacles from the lack of organizational managerial. Keywords: Perception, Counseling, KUA Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya persyaratan dalam pengajuan nikah di KUA yaitu menggunakan penyuluhan agama. Berdasarkan latar belakang masalah, tujuan dilakukan penelitian ini adalah Untuk mengetahui dampak pasangan yang diberi dan tidak diberi penyuluhan agama, untuk mengetahui dampak dari hadir dan tidak hadir dalam penyuluhan agama oleh KUA Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, untuk mengetahui kendala yang dihadapi KUA dalam penyuluhan agama Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian yang bertempat di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari wawancara masyarakat atau pasangan di Kecamatan Basarang. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, persepsi suami istri terhadap dampak dari diberikan penyuluhan agama dan tidak diberikannya penyuluhan kepada pasangan yang ingin menikah di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Persepsi pasangan suami istri terhadap dilakukannya penyuluhan agama adalah sebagai sarana untuk modal pasangan suami istri dalam membentuk keluarga yang sakinah. Manfaat dari penyuluhan agama itu sendiri sangat banyak seperti tata cara akad nikah, ilmu-ilmu fikih tentang perkawinan (munakahat) sehingga menghadiri penyuluhan agama berpengaruh dalam keharmonisan pasangan suami istri. Kedua, adalah bagaimana kendala yang di dapatkan oleh KUA Kecamatan Basarang terhadap penyuluhan agama, Terkendalanya pemberlakuan ini dikarenakan KUA mendapatkan kendala dari masyarakat yang tidak bisa berhadir dikarenakan domisilinya yang bersangkutan jauh atau karera sakit dan lain sebagainya. Kua juga mendapatkan kendala dari kurangnya manajerial organisasi,dalam pengelolaan sumber daya manusia. Kata Kunci : Persepsi, Penyuluhan, KUA