Perkembangan teknologi yang pesat telah memberikan kontribusi signifikan terhadap cara belajar, interaksi, serta pembrntukan AttitudeĀ peserta didik, terutama bagi siswa Sekolah Dasar yang termasuk dalam Generasi Alpha. AttitudeĀ adalah kecenderungan yang dimiliki seseorang dalam berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan cara yang konsisten terhadap objek tertentu Generasi ini berkembang di dalam dunia digital yang secara langsung dapat mempengaruhi sikap sosial dan emosional mereka. Tanpa adanya panduan yang tepat, mereka berpotensi mengalami penurunan dalam empati, keterbatasan berkolaborasi, serta meningkatnya sikap egois. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis bagaimana bimbingan kelompok yang diberikan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) dapat dioptimalkan untuk mengembangkan sikap positif di antara siswa Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur, dengan melihat berbagai jurnal ilmiah. Analisis ini mencakup wawasan mengenai sikap, ciri-ciri Generasi Alpha, metode pelayanan kelompok, serta hambatan dalam proses pendidikan di zaman digital. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok memiliki keefektifan dalam meningkatkan empati, rasa tanggung jawab, dan keterampilan sosial siswa, khususnya jika disesuaikan dengan cara belajar visual dan kolaboratif yang khas bagi Generasi Alpha. Optimalisasi bimbingan ini menjadi pendekatan strategis untuk membangun karakter siswa yang kuat dalam aspek sosial dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.