Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Undang-undang Sultan Adam dalam Perspektif Politik Hukum Hindia-Belanda Pada Abad ke-18 dalam Penyusunan Hukum Positif di Indonesia Ahmadi Hasan; Ali Mu’ammar
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Integration of Islamic Knowledge and Values in Education, Islamic Studies, Loca
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i1.444

Abstract

Abstract This research explores the Sultan Adam Law (UUSA) in the Kingdom of Banjar during the Dutch colonization and the reign of Sultan Adam (1825-1857). UUSA, as a political law, reflects national law and the Shafi'i school of jurisprudence, despite being considered customary law. Islamic teachings, especially through UUSA and the Book of Sabilal Muhtadin, are integrated into customary law due to literacy limitations. Sultan Adam, through structural governance reforms, implemented Islamic principles in Banjar society, with UUSA serving as a crucial foundation. This research highlights the contribution of UUSA in depicting the integration of Islamic law in the Kingdom of Banjar and recognizes its historical impact in the study of customary law. Keywords: Sultan Adam, law, Banjar Abstrak Penelitian ini membahas Undang-Undang Sultan Adam (UUSA) di Kerajaan Banjar pada masa penjajahan Belanda dan pemerintahan Sultan Adam (1825-1857). UUSA, sebagai undang-undang politik, mencerminkan hukum nasional dan fikih mazhab Syafi'i, meskipun dianggap sebagai hukum adat. Ajaran Islam, terutama melalui UUSA dan Kitab Sabilal Muhtadin, terintegrasi dalam hukum adat karena keterbatasan literasi. Sultan Adam, melalui reformasi struktural pemerintahan, menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam masyarakat Banjar, dengan UUSA menjadi landasan penting. Penelitian ini menyoroti kontribusi UUSA dalam menggambarkan integrasi hukum Islam dalam Kerajaan Banjar dan mengakui dampak historisnya dalam studi hukum adat. Kata Kunci: Sultan Adam, Hukum Banjar
Konsep Waris Berdasarkan Gender Dan Keadilan Dalam Kitab Melayu Is’af Al Khaaid Karya Syekh Muhammad Syukri Unus Al-Banjari Ali Mu’ammar
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Integration of Islamic Knowledge and Values in Education, Islamic Studies, Loca
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i1.447

Abstract

Abstract This research explores the concept of inheritance based on gender and justice as presented in the Malay manuscript "Is’af Al Khaaid" by Sheikh Muhammad Syukri Unus Al-Banjari. The manuscript serves as the focal point for analysis to comprehend Sheikh Muhammad Syukri Unus Al-Banjari's perspectives on inheritance, with a specific emphasis on gender aspects and principles of justice. Employing a qualitative approach, this study delves into an in-depth textual analysis of the manuscript to identify gender perspectives in inheritance and to understand how the concept of justice is reflected in the distribution of inherited property. The research aims to provide further insights into Islamic views, particularly in the context of inheritance, and its implications on gender justice within society. The conclusions and findings of this study are expected to contribute significantly to the discourse on Islam, inheritance law, and gender perspectives concerning justice. Keywords: inheritance, gender, justice Abstrak Penelitian ini menggali konsep waris berdasarkan gender dan keadilan yang terkandung dalam kitab Melayu "Is’af Al Khaaid" karya Syekh Muhammad Syukri Unus Al-Banjari. Kitab tersebut menjadi fokus analisis untuk memahami pandangan Syekh Muhammad Syukri Unus Al-Banjari terhadap pewarisan, dengan penekanan pada aspek gender dan prinsip keadilan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis teks kitab secara mendalam untuk mengidentifikasi perspektif gender dalam pemberian waris dan memahami bagaimana konsep keadilan tercermin dalam pembagian harta waris. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang pandangan agama Islam, terutama dalam konteks waris, serta implikasinya terhadap keadilan gender di masyarakat. Kesimpulan dan temuan studi ini diharapkan dapat memberikan sumbangan signifikan terhadap diskursus keislaman, hukum waris, dan perspektif gender dalam konteks keadilan. Kata Kunci: waris, gender, keadilan