Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti di SMP N 1 Sampang Cilacap Fadilah Firdaus; Ahsan Hasbullah
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober: Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i4.269

Abstract

Model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan salah satu bentuk pembelajaran kooperatif yang menekankan kerja sama dalam kelompok heterogen untuk mencapai tujuan belajar bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan implementasi model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) di SMP N 1 Sampang Cilacap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada pemaparan mendalami mengenai proses penerapan model STAD dalam kegiatan belajar mengajar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul diolah melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dan keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi teknik. Penelitian ini menghasilkan deskripsi sebagai berikut: penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam pembelajaran PAI-BP di SMP N 1 Sampang Cilacap dilakukan melalui beberapa tahapan.Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP), membentuk kelompok belajar secara heterogen, serta menyiapkan instrumen evaluasi berupa kuis. Pada tahap pelaksanaan, guru menyampaikan materi, membimbing diskusi kelompok, memberikan kuis, serta memberikan penghargaan bagi kelompok yang memperoleh nilai terbaik. Sedangkan pada tahap evaluasi, guru melakukan penilaian baik secara individu maupun kelompok untuk mengukur pemahaman dan keaktifan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD mampu meningkatkan motivasi, kerja sama, tanggung jawab, dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PAI-BP. Implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan model STAD dapat menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif dan menyenangkan sehingga pembelajaran PAI-BP menjadi lebih efektif dan bermakna.
PENERAPAN METODE TAHSIN DAN MUROJA’AH DALAM MENINGKATKAN MINAT MENGHAFAL AL-QUR’AN SANTRI DI ASRAMA Putri Sebrina, Natasya; Ahsan Hasbullah
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 5 No 2 (2025): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v5i2.474

Abstract

Al-Qur’an adalah sumber utama ajaran Islam, menjadi petunjuk, pedoman, serta pelajaran bagi orang yang mempercayai dan mengamalkannya. Salah satu cara mengamalkannya dengan menghafal Al-Qur’an. Tradisi menghafal Al-Qur’an berkembang pesat di Indonesia, dilihat dari banyaknya para hafidz hafidzah tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Mengajarkan Al-Qur’an tentunya menggunakan metode yang sesuai tujuan pembelajarannya. Adapun metode yang digunakan, yakni tahsin dan muroja’ah. Menariknya dua metode tersebut ialah proses menghafal tidak hanya sebatas hafal namun juga proses memperbaiki bacaan sesuai makharijul huruf dan tajwid serta penguatan hawala melalui pengulangan. Meski demikian, minat menghafal Al-Qur’an yang sering naik turun menjadi faktor yang mempengaruhi seseorang menghafal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode tahsin dan muroja’ah dalam meningkatkan minat menghafal Al-Qur’an santri. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan untuk melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tahsin dan muroja’ah efektif dalam meningkatkan minat menghafal santri. Dibuktikan dengan peningkatan jumlah hafalan santri, selain itu metode tahsin dan muroja’ah memberikan dampak positif. Santri menyatakan metode tersebut membantu mereka memperlancar bacaan Al-Qur’an. Tahsin dan muroja’ah membentuk karakter disiplin, tekun dan meningkatkan semangat dalam menghafal. Keberhasilan metode ini didukung lingkungan sekolah, tersedianya asrama khusus tahfidz, dan pendekatan ustadz serta ustadzah yang komunikatif serta suportif, sehingga hasil yang dicapai optimal.