Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Asesmen dan Evaluasi Pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar dalam Kurikulum Merdeka untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bela, Aninda Salsa; Rahmadini, Putri; Prasojo, Agus Dwi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3688

Abstract

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki posisi penting dalam sistem pendidikan nasional, terutama di jenjang pendidikan dasar, sebagai sarana pembentukan nilai, moral, dan karakter kebangsaan peserta didik sejak dini. Kurikulum Merdeka hadir sebagai terobosan dalam dunia pendidikan yang menekankan kebebasan belajar, penguatan karakter, serta pengembangan dimensi Profil Pelajar Pancasila.Tujuan penelitian ini ialah mengkaji secara mendalam penerapan asesmen dan evaluasi pembelajaran PPKn di sekolah dasar dalam konteks Kurikulum Merdeka, serta relevansinya terhadap pembinaan karakter pelajar yang berjiwa Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan kebijakan pendidikan terkini (2020–2025). Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan asesmen yang bersifat berkelanjutan, autentik, dan reflektif mampu meningkatkan keterlibatan siswa SD dalam proses belajar yang bermakna. Penggunaan asesmen formatif, sumatif, portofolio digital, dan refleksi diri terbukti efektif dalam menumbuhkan sikap mandiri, semangat gotong royong, serta kemampuan berpikir kritis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, evaluasi yang dilakukan secara sistematis memberikan umpan balik bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Secara keseluruhan, asesmen dan evaluasi dalam Kurikulum Merdeka di tingkat pendidikan dasar tidak hanya berperan sebagai alat pengukuran hasil belajar, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan identitas kebangsaan sejak usia dini.