Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Untuk Tidak Membuang Sampah Sembarangan dengan Edukasi Melalui Media Konten Tiktok Pandawara Group Maharani, Febi; Subhi, Misbahul; Yuniastuti, Tiwi
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v5i2.2860

Abstract

Latar Belakang:kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan masih rendah, padahal perilaku ini berdampak signifikan pada pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Edukasi melalui media konten TikTok oleh Pandawara Group diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tersebut secara efektif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dengan edukasi melalui media konten tiktok pandawara group. Metode:penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan populasi masyarakat di Kampung Tridi RW 12 Kelurahan Kesatrian sebanyak 250 KK. Sampel diambil dengan teknik sampling insidental dari responden berusia 18-25 tahun yang belum pernah menonton konten Pandawara Group dan memiliki media sosial. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta didukung oleh lembar screening dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji t berpasangan untuk menguji perbedaan kesadaran sebelum dan setelah intervensi. Hasil:hasil uji Paired t-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tiga variabel setelah intervensi tayangan konten TikTok dari Pandawara Group. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 21,17 menjadi 32,00, sikap dari 19,90 menjadi 31,20, dan perilaku dari 14,70 menjadi 31,50. Nilai signifikansi (p-value) untuk ketiga variabel adalah 0,000 (p < 0,05), menandakan perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test Kesimpulan:konten edukasi dari TikTok Pandawara Group terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat RW 12 Kelurahan Kesatrian untuk tidak membuang sampah sembarangan, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku setelah diberikan intervensi. Kata kunci : Kesadaran lingkungan, edukasi, media sosial, tiktok pandawara group.
OPTIMASI AKURASI PREDIKSI PENYAKIT DIABETES MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR DAN SMOTE Maharani, Febi; Astuti, Femi Dwi
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 8 No 1 (2026): EDISI 27
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/jinteks.v8i1.7167

Abstract

Klasifikasi dini diabetes mellitus merupakan langkah krusial dalam memitigasi risiko komplikasi medis, namun efektivitasnya kerap terhambat oleh masalah ketidakseimbangan distribusi kelas (imbalanced class) pada data medis. Kondisi tersebut menyebabkan algoritma klasifikasi cenderung menunjukkan bias terhadap kelas mayoritas serta mengabaikan kelas minoritas yang memiliki signifikansi klinis lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh teknik Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) terhadap performa algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) dengan memanfaatkan dataset Pima Indians Diabetes. Simulasi dilaksanakan menggunakan perangkat lunak Altair Studio melalui penerapan variasi parameter K=3, 5, dan 10 serta divalidasi dengan metode 10-Fold Cross Validation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi SMOTE secara konsisten meningkatkan kinerja model dengan eskalasi akurasi rata-rata sebesar 2,07%. Peningkatan paling signifikan teridentifikasi pada konfigurasi K=3, di mana akurasi meningkat dari 68,88% menjadi 73,70% (naik 4,82%), sementara akurasi maksimal tercapai pada K=10 dengan nilai 75,40%. Selain itu, penerapan SMOTE terbukti meningkatkan nilai recall kelas minoritas secara substansial, yakni dari 53,36% menjadi 81,20% pada K=3, meskipun disertai munculnya trade-off terhadap nilai precision. Temuan ini menegaskan bahwa penyeimbangan data melalui metode SMOTE mampu menghasilkan model klasifikasi yang lebih adil dan reliabel dalam mendeteksi penyakit diabetes.