Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementation of the Flipped Classroom Model to Improve Cognitive Learning Outcomes in Biology Learning Dian Arisandy Eka Putra Sembiring; Yusuf, Muhammad; Ali Sadikin; Salsabilla, Opella Futri; Rani, Yunita Cahya; Hidayati, Syaidah; Anistia, Cahaya
Bioeduca : Journal of Biology Education Vol. 7 No. 1 (2025): Bioeduca : Journal of Biology Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/bioeduca.v7i1.23964

Abstract

21st-century education emphasizes student-centered learning to develop critical thinking, communication, and collaboration skills. However, biology classrooms still largely rely on conventional methods that place the teacher as the primary source of information. This pattern leads to passive and unmotivated students, resulting in low conceptual mastery. To address this situation, learning innovations are needed that can increase student participation and independence in learning. One relevant alternative is the Flipped Classroom model, in which students first study the material through digital media before face-to-face classroom activities take place. This study aims to improve students' understanding and cognitive learning outcomes through the application of the Flipped Classroom model to the topic of environmental change. This study used a classroom action research (CAR) method implemented in two cycles involving 20 fifth-semester students. Data analysis was conducted using the Kolmogorov–Smirnov normality test to ensure data distribution, Levene's homogeneity test to test for equality of variance, and a paired sample t-test with a significance level of 0.05 to determine differences in learning outcomes between cycles. The results of the study showed a significant increase in learning outcomes, with the average value of cycle I (M = 305.91) increasing to (M = 459.55) in cycle II. A paired t-test showed a significant difference between the two cycles (t(10) = -9.34, p < 0.001). Thus, the application of the Flipped Classroom model was proven effective in increasing student engagement, understanding, and cognitive learning outcomes in biology learning.
Behavioral Intention Analysis of AI Use in Academic Writing: Implementing the UTAUT Model among English Education Students in Jambi Fauzan, Muhammad; Dian Arisandy Eka Putra Sembiring; Hansein Arif Wijaya; Muhammad Yusuf
Indonesian Educational Administration and Leadership Journal (IDEAL) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Educational Administration and Leadership Journal
Publisher : Program Studi Adminsitrasi Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ideal.v7i2.51029

Abstract

This study examines English as a Foreign Language (EFL) students’ behavioral intention to adopt Artificial Intelligence (AI) applications in academic writing using the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM), the results show that the model explains 51.6% of the variance in Behavioral Intention and 66.4% of the variance in Use Behavior. Social Influence (β = 0.23; T = 3.614; p < 0.001) and Facilitating Conditions (β = 0.505; T = 7.507; p < 0.001) significantly predict students’ intention, while Performance Expectancy (β = 0.069; T = 0.778; p > 0.05) and Effort Expectancy (β = 0.011; T = 0.156; p > 0.05) do not show significant influence. Behavioral Intention strongly predicts actual AI use (β = 0.65; T = 7.985; p < 0.001), supported by adequate technological access (β = 0.217; T = 2.611; p = 0.005). Students tend to rely on AI for idea generation and language refinement but remain concerned about ethical issues that may affect academic integrity, indicating the need for institutional guidance and responsible AI literacy in higher education. Keywords: Generative AI ; Technology Acceptance ;  Social Influence ; Higher Education ; AI Literacy ; Ethical Academic Practice
Peran Model Pembelajaran Inovatif dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa: Literature Review Dias Larasati; Jodion Siburian; Dian Arisandy Eka Putra Sembiring
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 1 (2026): GJMI - Januari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v4i1.1985

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran abad ke-21, khususnya pada pembelajaran IPA, karena mendukung kemampuan berpikir kritis dan sistematis siswa. Namun, pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru belum optimal dalam mengembangkan keterampilan tersebut, sehingga diperlukan penerapan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran model pembelajaran inovatif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pendekatan studi literatur review. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 20 artikel ilmiah nasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2013–2025 dan relevan dengan topik penelitian. Artikel yang direview mencakup berbagai model pembelajaran inovatif, antara lain Problem Based Learning (PBL), Problem Solving, Project Based Learning (PjBL), Discovery Learning, serta pengembangan bahan ajar berbasis masalah. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum model pembelajaran inovatif berperan signifikan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran IPA di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Model Problem Based Learning menjadi model yang paling dominan dan konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah, terutama ketika dipadukan dengan bahan ajar dan pendekatan kontekstual. Selain itu, penerapan model pembelajaran inovatif juga berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inovatif efektif diterapkan dalam pembelajaran IPA untuk mendukung pengembangan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah: Literatur Review Mia Susandira; Jodion Siburian; Dian Arisandy Eka Putra Sembiring
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi pedagogis yang dirancang untuk mengakomodasi keragaman gaya belajar, minat, dan kesiapan siswa dalam kelas heterogen. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berdiferensiasi terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa, khususnya dalam konteks pendidikan biologi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap dua puluh artikel jurnal terbit antara tahun 2020–2025 yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu berfokus pada diferensiasi pembelajaran dan kemampuan problem solving. Analisis tematik dilakukan dengan mengelompokkan temuan ke dalam tiga kategori utama: strategi diferensiasi, hasil pemecahan masalah, dan konteks penerapan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi secara konsisten memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, keterlibatan aktif, serta keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, diferensiasi terbukti mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 (critical thinking, creativity, collaboration, communication) dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif. Namun, tantangan implementasi masih ditemukan, terutama terkait keterbatasan waktu guru, kesiapan profesional, serta instrumen evaluasi yang belum komprehensif. Kajian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berpotensi menjadi strategi berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, dengan catatan perlunya dukungan kebijakan, pelatihan guru, dan penelitian lanjutan berskala lebih luas.