Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MORFOMETRI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) GENUS GRAPHIUM DI WISATA TAMAN GADING LEDOKOMBO JEMBER JAWA TIMUR Adzkafillah Nuruzzaman; Agmal Qodri; Husni Mubarok
Gunung Djati Conference Series Vol. 59 (2025): Prosiding Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) ke-10 Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi spesies merupakan aspek penting dan mendasar dalam penelitian keanekaragaman hayati dan upaya konservasi. Namun, pada kupu-kupu genus Graphium, proses identifikasi menjadi tantangan tersendiri karena tingginya kemiripan morfologis antar spesies. Taman Gading merupakan tempat wisata di Ledokombo Jember Jawa Timur yang banyak ditemukan beragam spesies kupu-kupu termasuk genus Graphium. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis karakter morfologi tiga spesies Graphium yang ditemukan di Wisata Taman Gading Ledokombo Jember. Sebanyak lima individu dari tiga spesies Graphium diukur dan dianalisis. Pengukuran morfometri dilakukan terhadap tujuh karakter morfologi menggunakan program ImageJ dan selanjutnya dilakukan cluster analysis (CA) dengan metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA) pada program PAST ver. 4.09. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Graphium agamemnon memiliki rata-rata panjang tubuh (BL) terpanjang (28,89 mm) dan rentang sayap (WS) terbesar (85,24 mm). Graphium sarpedon menonjol pada dimensi lebar, dengan rata-rata lebar sayap depan (FW) 41,07 mm, dan lebar sayap belakang (HW) 30,01 mm. Sementara itu, Graphium doson menunjukkan ukuran tubuh dan sayap paling kecil, dengan rentang sayap (WS) hanya 51,08 mm dan lebar tubuh (BW) 4,72 mm. Hasil analisis kluster menunjukkan G. agamemnon dan G. sarpedon lebih mirip secara morfometri. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemetaan biodiversitas kupu-kupu di Jawa Timur melalui identifikasi genus Graphium secara lebih akurat.
Ethnobotanical Study Ethnobotanical Study and Phytochemical Review of Medicinal Plants Used by the Pandalungan Community in Taman Village, Bondowoso, Indonesia: An Insight into Traditional Knowledge and Bioactive Potential for Sustainable Utilization Nia, Imaniah Bazlina Wardani; Adzkafillah Nuruzzaman; Risma Nurlim; Nanda Eska Anugrah Nasution; Wahyu Anggar Wanto
Bionature Vol. 26 No. 2 (2025): (In Press) Oktober-Desember 2025
Publisher : Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/bionature.v26i2.9416

Abstract

Indonesia, as a megadiverse country, holds extensive biodiversity and rich local knowledge, particularly in the use of medicinal plants. This study aimed to document the use of traditional medicinal plants by the Pandalungan community in Taman Village, Grujugan District, Bondowoso Regency, and to assess their phytochemical potential. A qualitative approach was employed through semi-structured interviews using purposive and snowball sampling. Data was collected covering plant species, parts used, and sources of acquisition. A literature-based phytochemical review was also conducted to evaluate the scientific potential of the identified species. The Use Value (UV) was calculated to determine the cultural importance of each species. A total of 25 medicinal plant species were documented, with 13 cultivated, 5 wild, and 7 sourced from traditional markets. The highest UV scores were recorded for Zingiber officinale, Piper betle, Moringa oleifera, and Syzygium polyanthum. Literature analysis revealed that these plants contain key phytochemicals such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, terpenoids, phenols, and essential oils. The findings indicate that local ethnobotanical knowledge holds significant potential for developing natural remedies based on local biodiversity, reinforcing the need for further research and conservation efforts.