Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perspektif Hukum Islam Tentang Kawin Lari di Desa Kungkai, Kecamatan Bangko : Studi Kasus Dampak Sosial Hasbi Umar; Husin Bafadhal; Nurhafazah, Nurhafazah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2458

Abstract

Kawin lari di Desa Kungkai, Kecamatan Bangko, merupakan fenomena sosial yang bertentangan dengan prinsip hukum Islam yang mensyaratkan keberadaan wali, saksi, serta ijab kabul yang sah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif hukum Islam terhadap praktik kawin lari serta mengkaji dampak sosial yang ditimbulkannya dalam kehidupan masyarakat setempat. Menggunakan pendekatan kualitatif lapangan, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh adat, aparat desa, serta masyarakat yang terlibat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama kawin lari adalah tidak adanya restu orang tua, pergaulan bebas, kehamilan di luar nikah, serta tingginya biaya pernikahan. Dalam perspektif hukum Islam, khususnya mazhab Syafi’iyah, pernikahan tanpa wali tidak sah, sementara mazhab Hanafiyah memberikan kelonggaran terbatas bagi perempuan dewasa dan berakal untuk menikah tanpa wali. Secara sosial, praktik ini memicu konflik keluarga, stigma sosial, tekanan psikologis, ketidakstabilan rumah tangga, serta gangguan terhadap harmoni masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan edukasi hukum Islam, peran tokoh agama, serta pendampingan masyarakat untuk mencegah terulangnya praktik kawin lari dan memastikan pelaksanaan pernikahan sesuai dengan syariat
Pernikahan Wanita Hamil Karena Zina (Married By Accident) dalam Persfektif Sosio Kultural Masyarakat Desa Kungkai (Studi Tentang Dampak Dan Penanggulangannya) Nurhafazah, Nurhafazah
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6741

Abstract

Fenomena pernikahan wanita hamil karena zina merupakan persoalan multidimensional yang melibatkan norma hukum Islam, pemahaman keagamaan, dan realitas sosial budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab berulangnya fenomena tersebut, konstruksi sosial masyarakat, pemahaman hukum, serta mekanisme penanggulangannya di Desa Kungkai, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin. Penelitian menggunakan metode field research dengan pendekatan kualitatif. Informan dipilih secara purposive dari unsur pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat yang mengetahui kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur mendalam, dan dokumentasi pada Juni–Juli 2026, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis menggunakan perspektif sosio-kultural, efektivitas hukum, fikih, dan hukum keluarga Islam. Penelitian mengidentifikasi 20 kasus berdasarkan informasi informan, bukan data administratif resmi. Temuan menunjukkan bahwa fenomena ini dipengaruhi keterbatasan pemahaman agama dan hukum, lemahnya pengawasan keluarga, lingkungan pergaulan, perubahan makna tradisi, serta penerimaan sosial setelah perkawinan. Perkawinan berfungsi sebagai mekanisme reintegrasi sosial, tetapi berpotensi menormalisasi kehamilan pranikah apabila tidak disertai pencegahan. Upaya preventif, kuratif, dan represif telah dilakukan, tetapi belum terintegrasi secara berkelanjutan. Penelitian menegaskan perlunya integrasi literasi hukum, pendidikan keluarga, pembinaan keagamaan, pendampingan pascaperkawinan, dan penguatan kontrol sosial yang proporsional. Pendekatan terpadu tersebut diperlukan agar penanganan tidak hanya menyelesaikan dampak sosial sesaat, tetapi juga memperkuat pencegahan dan kesadaran hukum masyarakat secara berkelanjutan. Marriage of a Woman Pregnant Due to Illicit Intercourse (Married by Accident) from the Sociocultural Perspective of the Kungkai Village Community (A Study on Impacts and Mitigation) Abstract The phenomenon of marriage involving women who become pregnant as a result of zina is a multidimensional issue involving Islamic legal norms, religious understanding, and sociocultural realities. This study aims to analyze the factors contributing to the recurrence of this phenomenon, community social constructions, prevailing legal understanding, and mechanisms for addressing it in Kungkai Village, Bangko District, Merangin Regency. The study employed field research with a qualitative approach. Informants were purposively selected from village government officials, religious leaders, customary leaders, health workers, families, and community members familiar with relevant cases. Data were collected through observation, in-depth semi-structured interviews, and documentation during June–July 2026, and were analyzed descriptively and analytically using sociocultural, legal effectiveness, fiqh, and Islamic family law perspectives. The study identified 20 cases based on information obtained from informants rather than official administrative records. The findings indicate that the phenomenon is influenced by limited religious and legal understanding, weak family supervision, peer environment, shifts in the meaning of tradition, and social acceptance following marriage. Marriage functions as a mechanism of social reintegration but may also normalize premarital pregnancy when not accompanied by preventive measures. Preventive, curative, and repressive efforts have been implemented, but remain insufficiently integrated and sustainable. The study emphasizes the need to integrate legal literacy, family education, religious guidance, post-marriage assistance, and proportionate social control to strengthen both prevention and community legal awareness.