Olvi Pamadya Utaya U.K
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) MENGGUNAKAN FILLER ASBUTON BERBUTIR EX. WOL Agung E. Fay; Susilowati; Olvi Pamadya Utaya U.K; Inge Anggitasari
Jurnal Rekayasa dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 5 No 02 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapis Aspal Beton merupakan lapisan yang menutupi konstruksi dari perkerasan jalan dengan mutu strukturalnya. Kombinasi yang terbagi dari pasir gradasi menerus serta aspal keras, dijadikan satu, dihamparkan dan dipadatkan di kondisi panas pada suhu. Ada dari Aspal Beton (Asphalt Concrete) yaitu AC-WC Asbuton Butir (Asphalt Concrete - Wearing Course Asbuton Butir). Aspal Buton merupakan aspal dari alam yang berada dalam kandungan batuan di pulau Buton. Peneliti memilih aspal buton sebagai pengganti filer pada campuran AC-WC. Akan tetapi peneliti melakukan pengujian asbuton tersebut untuk mengetahui kadar aspal. Perencanaan dan perbandingan pada campuran yang digunakan untuk gabungan agregat mengharuskan ada jarak antara batas spesifikasi menurut spesifikasi Bina Marga tahun 2024. Peneliti memilih aspal buton sebagai pengganti filer pada campuran AC-WC. Akan tetapi peneliti melakukan pengujian rancangan agregat campuran dengan menggunakan batas-batas gradasi agregat campuran, dan mengetahui mutu aspal maksimum pada campuran AC-WC Asbuton Butir. Mutu Aspal maksimum Campuran AC-WC Asbuton adalah 6,0 % dengan Marshall Test yaitu: Stabilitas (KAO) 1694,59 Kg, Flow 3,15 mm, VIM Marshall 3,77 %, VMA 16,44 % dan VFB 77,05%.
KAJIAN STUDI LALU LINTAS PADA SIMPANG EMPAT TABITA SENTANI KOTA JAYAPURA andi, ihsan; Susilowati; Inge Anggitasari; Olvi Pamadya Utaya U.K
Jurnal Rekayasa dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/reaktip.v6i2.12512

Abstract

Kemacetan lalu lintas di Simpang Empat Tabita, Sentani, Kabupaten Jayapura menjadi salah satu permasalahan transportasi yang memengaruhi kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ruas jalan berdasarkan karakteristik lalu lintas, kapasitas jalan, derajat kejenuhan (DS), dan tingkat pelayanan jalan (Level of Service/LOS) dengan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif melalui survei lalu lintas menggunakan rekaman CCTV pada hari kerja dan akhir pekan dengan periode pengamatan pagi, siang, dan sore. Data yang dianalisis meliputi volume lalu lintas, hambatan samping, kapasitas jalan, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada periode pagi hari kerja dengan nilai sebesar 5.473,20 smp/jam. Kapasitas ruas jalan yang dianalisis berkisar antara 2.589,98 smp/jam pada kondisi hambatan samping tinggi hingga 2.674,44 smp/jam pada kondisi hambatan samping rendah. Nilai derajat kejenuhan (DS) pada seluruh periode pengamatan berada di atas 1,00 dengan nilai maksimum sebesar 2,11, yang menunjukkan bahwa volume lalu lintas telah melampaui kapasitas jalan. Berdasarkan klasifikasi PKJI 2023, kondisi tersebut termasuk dalam Tingkat Pelayanan Jalan (LOS) F yang menggambarkan arus lalu lintas sangat padat dan tidak mampu melayani permintaan perjalanan secara memadai. Faktor utama yang memengaruhi rendahnya kinerja jalan adalah tingginya volume kendaraan pada jam puncak, dominasi kendaraan berat pada periode tertentu, serta besarnya hambatan samping akibat aktivitas kendaraan keluar-masuk akses jalan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja Simpang Empat Tabita berada pada kondisi tidak memadai sehingga diperlukan upaya perbaikan melalui pengelolaan hambatan samping, pengaturan lalu lintas yang lebih efektif, serta peningkatan kapasitas jalan guna meningkatkan tingkat pelayanan dan kelancaran arus lalu lintas