Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Dinamika Pola Interaksi Pengurus Himpunan Mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo Ramadhani, Vanya Dyah Pitaloka M.A.C.; Lemba, Abdul Halid
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4465

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pola interaksi sosial antar pengurus Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HMS) dan faktor-faktor yang memengaruhi dinamika hubungan internal organisasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, pengurus mitra, dan Dewan Penasehat Organisasi (DPO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antar pengurus tidak merata, dipengaruhi oleh perbedaan tingkat partisipasi, efektivitas komunikasi, dan kedekatan interpersonal. Komunikasi internal berlangsung secara online maupun offline, namun tatap muka lebih efektif karena memungkinkan klarifikasi langsung, memperkuat kebersamaan, dan mencegah kesalahpahaman informasi. Terbentuknya kelompok kecil dalam organisasi memengaruhi distribusi informasi dan partisipasi, sementara dominasi pendapat oleh beberapa individu menyebabkan sebagian pengurus merasa tidak didengarkan. Dalam perspektif Interaksionisme Simbolik Mead, proses pembentukan makna dan “self” belum terjadi secara setara karena interaksi simbolik terganggu oleh perbedaan interpretasi dan kegagalan role-taking. Konflik menjadi bagian penting dalam pola interaksi, di mana konflik konstruktif muncul dari perbedaan pendapat yang memperbaiki kinerja, sedangkan konflik destruktif dipicu oleh menurunnya partisipasi, terbentuknya kubu-kubu, dan perbedaan pandangan antara pengurus muda dan senior. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas interaksi HMS sangat dipengaruhi oleh komitmen, keterbukaan, efektivitas komunikasi, dan kemampuan mengelola konflik, sehingga penguatan budaya komunikasi yang inklusif, partisipatif, dan responsif diperlukan untuk menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan mendukung efektivitas organisasi.
CONSUMER CULTURE AMONG SOCIOLOGY STUDENTS OF GORONTALO STATE UNIVERSITY Moobiato, Sri Anggriani; Olii, Risti; Karim, Titan; Ramadhani, Vanya Dyah Pitaloka Maharani A.C.
PERSPEKTIF: Journal of Social and Library Science Vol. 3 No. 3 (2025): December
Publisher : Academic Solution Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70489/perspektif.v3i3.925

Abstract

This study explores consumer culture among Sociology students at Gorontalo State University, focusing on the forms, driving factors, meanings, symbolic interactions, and social impacts of consumer behavior. The research approach used was qualitative, with data collected through in-depth interviews with eight students from various semesters and classes from October 27 to November 30, 2025. The findings indicate that consumer behavior primarily occurs in the purchase of non-essential goods, such as clothing, gadgets, and lifestyle products, influenced by peer pressure, social media trends, and family background. Internal factors such as personal financial awareness and family values, as well as external factors such as social media exposure and peer influence, collectively shape student consumption patterns. Consumption serves not only to fulfill needs but also as a symbol of self-expression, identity construction, and social integration. Symbolic interactions influence students' perceptions of needs and wants, guiding consumption decision-making in a social context. The socio-impacts of consumer culture include status competition, financial pressure, and social inequality, while fostering creativity and social bonds.
THE PHENOMENON OF EARLY-AGE SMOKING AMONG STUDENTS AT SMA NEGERI 7 GORONTALO Sabbu, Aldi Bregi; Indriyanipoiyo, Indriyanipoiyo; Hikma, Hikma; Ramadhani, Vanya Dyah Pitaloka Maharani A.C.
PERSPEKTIF: Journal of Social and Library Science Vol. 3 No. 3 (2025): December
Publisher : Academic Solution Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70489/perspektif.v3i3.929

Abstract

Early-age smoking remains a significant social issue among high school students. This study examines smoking behavior among students of SMA Negeri 7 Gorontalo, the factors influencing its emergence, and the effectiveness of social control within the family, school, and community. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation involving student smokers, peers, teachers, parents, and community members. The findings reveal that smoking is often carried out secretly and is primarily driven by peer influence, followed by smoking habits within the family, curiosity, easy access to cigarettes, and emotional pressure. Social control in schools and the community remains weak, contributing to the normalization of adolescent smoking. These results support Hirschi’s social control theory, which states that weakened social bonds increase the likelihood of deviant behavior. The study highlights the need to strengthen social control across all environments to reduce early-age smoking among students.
Strategi Survival Pekerja Perempuan Generasi Sandwich di Desa Sejahtera Lantu, Mentari Qarima; Rahmatiah; Latare, Sainudin; Maharani, Vanya Dyah Pitaloka
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v3i1.418

Abstract

Perubahan struktur keluarga dan peran pada era modern telah menyebabkan munculnya fenomena generasi sandwich, di mana individu harus menanggung kebutuhan dua generasi sekaligus. Kondisi ini menjadi semakin kompleks ketika dialami oleh perempuan pekerja yang juga berperan sebagai tulang punggung keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi bertahan hidup yang diterapkan oleh pekerja perempuan generasi sandwich di Desa Sejahtera, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango. Perempuan dalam posisi ini menanggung tanggung jawab ganda, yaitu mendukung orang tua mereka yang sudah tidak produktif dan anak-anak atau saudara kandung yang lebih muda yang masih bergantung secara ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposif berdasarkan kriteria sebagai perempuan lajang yang berperan sebagai pencari nafkah utama dan mendukung dua generasi dalam keluarga mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bertahan hidup yang digunakan dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu strategi aktif, strategi pasif, dan strategi jaringan. Strategi aktif dilakukan melalui pekerjaan tambahan, usaha kecil, dan pemanfaatan peluang musiman untuk meningkatkan penghasilan. Strategi pasif berkaitan dengan pengelolaan pengeluaran, namun belum diterapkan secara optimal akibat kecenderungan konsumtif. Sementara itu, strategi jaringan diterapkan melalui bantuan keluarga, tetangga, dan lembaga pemerintah sebagai bentuk adaptasi sosial. Temuan ini dianalisis menggunakan Teori Fungsional Struktural Emile Durkheim, yang menjelaskan bahwa pergeseran peran dalam struktur keluarga merupakan bagian dari mekanisme sosial untuk menjaga keseimbangan sistem, di mana perempuan mengambil alih peran yang hilang guna memastikan kelangsungan fungsi keluarga.
Voter Turnout Among First-Time Voters in the Gorontalo City Mayoral Election in Buladu Subdistrict, Gorontalo City Wahfiyudin N. Laparako; Rauf A. Hatu; Dewinta Rizky R. Hatu; Vanya Dyah Pitaloka Maharani Ayuningtyas Catya Ramadhani
International Journal of Social Science and Humanity Vol. 3 No. 2 (2026): June: International Journal of Social Science and Humanity
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijss.v3i2.645

Abstract

Awareness of the importance of participating in elections can begin with first-time voters aged 17 to 21. The purpose of this study is to determine the motivations behind the voting decisions of first-time voters in the Gorontalo City Mayoral Election in Buladu Village, Kota Barat District. This study employs a qualitative descriptive approach. The data collected were not numerical but were obtained from various sources, such as interview results, field notes, personal documents, and other official documents. The data collection techniques used included observation, interviews, and documentation. Meanwhile, the selection of informants was conducted according to the research needs. The data analysis process was carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results indicate that first-time voters in Buladu Village are influenced by several factors in deciding which candidate to choose, including parental influence, employment, dawn raids or vote-buying practices, and their level of awareness regarding the local elections. This suggests that the rationality of first-time voters remains at the level of bounded rationality, consistent with James S. Coleman’s theory of rational choice, which posits that individuals make decisions based on a cost-benefit analysis. A synthesis of the main findings of this study indicates that the political decisions of first-time voters are influenced not only by personal rational considerations but also by social, economic, and environmental factors that shape their patterns of political participation. These conditions suggest that first-time voters are still in the process of developing independent and critical political awareness when making their choices in local elections. In conclusion, first-time voters in Buladu Village are still in a transitional phase, moving from passive and normative participation toward more active participation; however, their choices in the 2024 Gorontalo City Mayoral Election are not yet fully rational and independent, as they remain influenced by parental factors, the environment, the practice of vote-buying, and a lack of political education.
Motivasi Sosial Penggunaan Second Account Instagram Pada Generasi Z Dalam Membangun Identitas Ganda Funco Tanipu; Dewinta Rizky R. Hatu; Vanya Dyah Pitaloka Maharani; Sri Ramdina Putri Andi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi sosial penggunaan second account Instagram serta memahami proses pembentukan identitas ganda pada mahasiswa Generasi Z di Jurusan Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo. Fenomena penggunaan second account semakin berkembang seiring meningkatnya intensitas penggunaan media sosial sebagai sarana interaksi dan ekspresi diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa yang aktif menggunakan second account Instagram. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan second account didorong oleh kebutuhan untuk memperoleh ruang yang lebih aman, nyaman, dan bebas dalam mengekspresikan diri tanpa tekanan maupun penilaian sosial. Selain dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan, penggunaan second account juga berfungsi sebagai media penyimpanan dokumentasi pribadi dan sarana berbagi aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa membangun identitas ganda melalui pemisahan fungsi antara first account dan second account. First account digunakan untuk menampilkan citra diri yang positif, formal, dan sesuai ekspektasi sosial, sedangkan second account menjadi ruang privat untuk menampilkan diri yang lebih autentik, spontan, dan apa adanya. Temuan ini menunjukkan bahwa identitas ganda merupakan strategi pengelolaan kesan dalam interaksi sosial di media digital.