Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi biaya produksi dengan menerapkan sistem pengendalian manajemen pada industri manufaktur menggunakan biaya standar dan analisis varians sebagai alat pengendalian biaya produksi. Pendekatan kualitatif dipilih dalam studi ini, dengan metode observasi, dokumentasi, dan analisis varians terhadap data biaya produksi perusahaan. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder yang bersumber dari laporan biaya produksi perusahaan manufaktur. Dalam penelitian ini, perusahaan menerapkan sistem harga pokok taksiran untuk melakukan perbandingan antara biaya standar dan biaya aktual yang muncul selama proses produksi. Penghitungan unit ekuivalen dilakukan untuk menetapkan biaya produksi per unit yang lebih tepat, baik untuk bahan baku, tenaga kerja langsung, maupun biaya overhead pabrik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan sistem pengendalian manajemen dapat membantu perusahaan dalam mendeteksi penyimpangan biaya produksi melalui analisis varians. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung menunjukkan perbedaan negatif, sedangkan biaya overhead pabrik menunjukkan perbedaan positif, yang menandakan efisiensi dalam pengendalian biaya overhead perusahaan. Selain itu, hasil perhitungan menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menghasilkan laba bersih sebesar Rp469.360.000 meski terjadi penyimpangan biaya produksi. Dengan demikian, implementasi sistem pengendalian manajemen melalui biaya standar, anggaran, dan analisis varians terbukti meningkatkan efektivitas pengendalian biaya produksi, mendukung efisiensi operasional, dan membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan perusahaan.