Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengkonstruksi Makna Akad Dalam Produk Digital Bank Syariah: Analisis Fikih Kontemporer Ainil Fhadilah
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v7i2.1161

Abstract

Akad yang yang biasanya dilakukan secara langsung, lisan, dan fisik kini berubah menjadi digital, non tatap muka, dan berbasis sistem otomatis. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai keabsahan, validasi hukum, dan kesesuaian bentuk akad digital dengan prinsip-prinsip fikih muamalah klasik. Penelitian ini merupakan studi kualitatif normatif berbasis kepustakaan dengan pendekatan multidisipliner, meliputi pendekatan fikih normatif, maqashid al-shariah, hermeneutika hukum Islam, dan dekonstruksi. Analisis dilakukan secara tematik dan kritis terhadap struktur akad, validitas sighat digital, dan nilai-nilai keadilan dalam praktik digitalisasi bank syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad digital secara hukum dianggap sah selama memenuhi rukun dan syarat, serta telah mendapatkan legitimasi dari lembaga fatwa. Namun, dari perspektif maqashid, bentuk digital berpotensi mengalami formalisasi dan kehilangan ruh substansial jika tidak disertai dengan internalisasi nilai-nilai kejujuran, kerelaan (ridha), dan tanggung jawab etis. Oleh karena itu, diperlukan dekonstruksi atas makna akad yang terlalu legalistik menuju pendekatan yang lebih holistik, kontekstual, dan spiritual sesuai tujuan syariah.