Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROSEDUR PENERIMAAN BERKAS PERKARA PRA PENUNTUTAN DI SEKSI PIDANA UMUM KEJAKSAAN NEGERI LAMONGAN Matahari Zaman; Andre Kurniawan Ardiansah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/zjjdvm54

Abstract

Tahap prapenuntutan merupakan fase krusial dalam sistem peradilan pidana di Indonesia, di mana Kejaksaan, bertindak sebagai dominus litis (pengendali penuntutan), bertanggung jawab memastikan kelengkapan syarat formil dan materil berkas perkara sebelum diajukan ke persidangan. Kajian ini berfokus pada analisis prosedur yang diterapkan di Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, yang merefleksikan penerjemahan regulasi nasional, seperti KUHAP, ke dalam praktik sehari-hari di daerah. Secara normatif, prosedur mengikuti alur baku: Penerimaan dan Registrasi (fisik dan elektronik), dilanjutkan dengan Penunjukan JPU dan penerbitan P-16. Tahap paling substansial adalah Penelitian Formil dan Materil oleh JPU, yang melibatkan penilaian hukum terhadap kecukupan alat bukti. Hasil penelitian ini menentukan apakah JPU akan mengeluarkan surat P-19 (Petunjuk untuk melengkapi berkas) yang wajib ditindaklanjuti penyidik, atau surat P-21 (Pernyataan Berkas Lengkap) yang menandai dimulainya Tahap II. Meskipun prosedur normatif telah terstruktur, implementasi di Seksi Pidum Kejari Lamongan menghadapi sejumlah tantangan faktual. Kendala paling krusial adalah masalah Komunikasi dan Koordinasi Institusional saat pengembalian berkas (P-19). Perbedaan interpretasi antara JPU yang berorientasi pada standar pembuktian di pengadilan dan penyidik mengenai kecukupan alat bukti seringkali memicu bolak-balik berkas (herziening) yang memakan waktu. Tantangan lain meliputi Beban Kerja dan Time Management JPU yang signifikan serta Kualitas Berkas Awal dari Penyidik yang seringkali memaksa JPU mengeluarkan P-19. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa prosedur penerimaan berkas prapenuntutan yang dijalankan oleh Pidum Kejari Lamongan sejalan dengan semangat KUHAP dalam menciptakan kepastian hukum; namun, kendala praktis terutama koordinasi institusional membutuhkan upaya perbaikan.
POTENSI PENGOLAHAN DAN PEMASARAN JAGUNG BERBASIS E-COMMERCE TIKTOK SHOP DALAM PENGUATAN EKONOMI KREATIF DESA PAKA’AN LAOK Safriudin Rifandi; Matahari Zaman; Afrowi; Bagus Maulidhani Triatmaja; Faradiva Alifia Sabrina
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/7d49xh97

Abstract

Sektor pertanian merupakan pilar utama perekonomian perdesaan, namun komoditas jagung di Desa Paka’an Laok selama ini masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga memiliki nilai tambah yang rendah. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi pengolahan dan strategi pemasaran berbasis digital guna memperkuat ekonomi kreatif desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengolahan jagung menjadi produk bernilai tambah serta pemanfaatan e-commerce TikTok Shop sebagai media pemasaran dalam penguatan ekonomi kreatif Desa Paka’an Laok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan dengan membandingkan nilai ekonomi jagung mentah dan produk olahan, serta mengkaji efektivitas strategi pemasaran digital berbasis social commerce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan jagung menjadi kerupuk jagung mampu meningkatkan keuntungan secara signifikan dibandingkan penjualan jagung mentah. Integrasi pemasaran melalui TikTok Shop, khususnya melalui konten video pendek dan fitur live shopping, terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pasar, membangun kepercayaan konsumen, dan mendorong keputusan pembelian. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan literasi digital dan biaya logistik. Secara keseluruhan, sinergi antara inovasi produk dan pemanfaatan e-commerce TikTok Shop berpotensi menjadi model penguatan ekonomi kreatif desa yang inklusif dan berkelanjutan.