Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI STRUKTUR BATUAN BAWAH PERMUKAAN KAWASAN GUNUNG MERAPI DAN GUNUNG KELUD DENGAN METODE GRAVITASI Nadya; Zainul Arifin Imam Supardi; Arie Realita
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): Vol 14 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v14n3.p307-315

Abstract

Abstrak Mineral pasir merupakan komoditas penting dalam sektor konstruksi. Pasir yang berkualitas bagus secara teknis ditandai oleh ukuran butir yang seragam, kandungan lempung yang rendah, tingkat kepadatan dan ketahanan yang tinggi. Salah satu pasir berkualitas bagus adalah pasir Merapi dan Kelud yang banyak digunakan sebagai bahan campuran beton. Kualitas pasir tersebut diduga berhubungan dengan material vulkanik penyusun struktur batuan bawah permukaan Gunung Merapi dan Gunung Kelud. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi struktur batuan bawah permukaan kawasan Gunung Merapi dan Gunung Kelud menggunakan metode gravitasi berbasis data satelit. Proses pengolahan data melibatkan koreksi data gravitasi (FAC, koreksi Bouguer, dan koreksi Terrain) yang diterapkan untuk mengubah raw data menjadi corrected data dalam bentuk Complete Bouguer Anomali (CBA). Beberapa aplikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Global  Mapper, Surfer, Oasis Montaj, Grablox, dan aplikasi phyton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis batuan Gunung Merapi adalah andesit sedangkan jenis batuan Gunung Kelud adalah basalt. Abstract Sand mineral is an important commodity in the construction sector. Good quality sand is technically characterized by uniform grain size, low clay content, high density and durability. One of the good quality sands is Merapi and Kelud sand which is widely used as a concrete mixture. The quality of the sand is thought to be related to the volcanic material that makes up the subsurface rock structure of Mount Merapi and Mount Kelud. The purpose of this study was to identify and interpret the subsurface rock structure of the Mount Merapi and Mount Kelud areas using a gravity method based on satellite data. The data processing process involves gravity data correction (FAC, Bouguer correction, and Terrain correction) which is applied to convert raw data into corrected data in the form of Complete Bouguer Anomaly (CPA). Some of the applications used in this study are Global Mapper, Surfer, Oasis Montaj, Grablox, and the phyton application. The results of this study indicate that the type of rock of Mount Merapi is andesite while the type of rock of Mount Kelud is basalt.  
ANALISIS KEAKURATAN SOLUSI CENTROID MOMENT-TENSOR (CMT) GEMPA BUMI DI WILAYAH JAWA TENGAH MENGGUNAKAN METODE GISOLA, SUDUT KAGAN DAN MEAN ABSOLUTE PERCENTAGE ERROR (MAPE) PADA SOFTWARE JOKOTINGKIR Fairhiza Firman Arjangga; Arie Realita; Madlazim
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): Inpress Vol 15 No 1
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n1.p132-146

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis keakuratan solusi Centroid Moment Tensor (CMT) gempa bumi di wilayah Jawa Tengah menggunakan software Jokotingkir yang mengimplementasikan algoritma GISOLA, dengan pembanding data dari GlobalCMT melalui metode Sudut Kagan dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Dari 10 kejadian gempa dengan magnitudo ≥ 5,0 pada tahun 2020–2024, hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar parameter strike dan dip memiliki kesesuaian cukup baik dengan nilai MAPE masing-masing sebesar 22,99% (dapat diterima) dan 12,39% (baik), sementara rake menunjukkan hasil paling bervariasi dengan MAPE sebesar 49,44% karena sensitivitasnya terhadap arah slip. Analisis Sudut Kagan juga mengindikasikan bahwa sebagian besar solusi CMT menunjukkan kesesuaian sedang hingga tinggi, meskipun beberapa gempa menunjukkan ketidaksesuaian signifikan. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pengembangan difokuskan pada peningkatan akurasi estimasi rake melalui penyempurnaan algoritma inversi, perbaikan kualitas data waveform, perluasan cakupan stasiun seismik lokal, dan penerapan model kecepatan 3D regional yang lebih representatif. Abstract This study analyzes the accuracy of Centroid Moment Tensor (CMT) earthquake solutions in Central Java using the Jokotingkir software, which implements the GISOLA algorithm, by comparing the results with data from GlobalCMT through the Kagan Angle and Mean Absolute Percentage Error (MAPE) methods. Based on 10 earthquake events with magnitudes ≥ 5.0 between 2020 and 2024, the analysis shows that most strike and dip parameters are reasonably consistent, with MAPE values of 22.99% (acceptable) and 12.39% (good), respectively, while rake exhibits the highest variation with a MAPE of 49.44% due to its sensitivity to slip direction. The Kagan Angle analysis also indicates that most CMT solutions demonstrate moderate to high similarity, although several events reveal significant discrepancies. These findings suggest that further development should prioritize improving rake estimation accuracy by refining the inversion algorithm, enhancing waveform quality, expanding the coverage of local seismic stations, and applying more representative 3D regional velocity models.