Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran strategis dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan kompetensi religius peserta didik di madrasah. Penelitian ini menggunakan analisis literatur kualitatif untuk menelaah pola implementasi Kurikulum PAI, kendala yang muncul, serta arah pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik implementasi sangat bervariasi antar madrasah, dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik guru, kultur religius sekolah, dukungan kepala madrasah, serta ketersediaan sarana teknologi dan perangkat ajar. Kendala yang umum ditemui meliputi keterbatasan pelatihan guru, kurangnya pemanfaatan teknologi pembelajaran, minimnya perangkat kurikulum yang siap pakai, serta beban materi yang tidak selalu sesuai dengan kondisi peserta didik. Kendalakendala ini berdampak pada dominasi metode ceramah, penyederhanaan materi secara berlebihan, dan pelaksanaan evaluasi yang masih berorientasi kognitif. Penelitian ini mengarahkan pengembangan Kurikulum PAI pada model yang lebih fleksibel, adaptif, dan kontekstual, yang memberi ruang bagi guru untuk menyesuaikan perencanaan, metode, dan asesmen sesuai kebutuhan lokal. Integrasi isu kontemporer seperti moderasi beragama, literasi digital, dan pembiasaan nilai Islam menjadi orientasi penting dalam pembaruan kurikulum. penguatan kompetensi guru dan dukungan kelembagaan diperlukan agar kurikulum dapat diterapkan secara efektif dan berdampak pada pembentukan karakter Islami peserta didik