Motivasi belajar yang rendah dapat menyebabkan terjadinya penundaan tugas sehingga tugas semakin banyak, menumpuk hingga tak diselesaikan dan banyak juga siswa yang selalu menyelesaikan tugas dengan cara sks (sistem kebut semalam) yang dianggap kurang baik, motivasi belajar sangat penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi sebagai pendorong, penggerak, dan pengarah aktivitas belajar. Motivasi yang kuat membantu menumbuhkan semangat, rasa senang, dan kebahagiaan dalam belajar. Siswa dengan motivasi tinggi akan memiliki banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Yang berarti motivasi yang tinggi mempengaruhi siswa untuk mencapai hasil belajar dan tidak menunda-nunda atau prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan dalam untuk mengetahui tingkat motivasi belajar, Mengetahui tingkat Prokrastinasi akademik pada siswa, dan Membuktikan pengaruh antara tingkat motivasi belajar dan tingkat prokrastinasi akademik pada siswa kelas VIII. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 160 siswa dan diambil 151 siswa, dengan teknik pengambilan Sampel jenuh (sensus). Alat pengumpul data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuisoner dari skala motivasi belajar, dan skala prokrastinasi akademik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat motivasi belajar dan prokrastinasi akademik masuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik dengan tingkat nilai Signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan persentase pengaruh motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik sebesar 55,6 %.