Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Harmonization of Regulations for Issuing Duplicate Marriage Certificates at the East Banjarmasin KUA: Harmonisasi Regulasi Penerbitan Duplikat Buku Nikah di KUA Banjarmasin Timur Normadina, Najwa
Al-Qadlaya : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 4 No. 02 (2025): Al-Qadlaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the implementation of issuing duplicate marriage books and marriage certificate excerpts at the Office of Religious Affairs (KUA) of Banjarmasin Timur District in relation to the application of the Minister of Religious Affairs Regulation Number 30 of 2024 concerning Marriage Registration. The main problem of this research lies in the inconsistency between the new regulation and its implementation at the KUA level, where some administrative practices still refer to outdated provisions. This study uses a juridical-normative approach with a descriptive qualitative method through literature review, document analysis, and limited interviews with KUA officials. The findings show that the issuance process has not been fully aligned with PMA Number 30 of 2024 due to limited understanding of new procedures and the absence of uniform digital verification systems. However, KUA Banjarmasin Timur continues to strive for effective service and data integrity in fulfilling public administrative needs. The study emphasizes the importance of regulatory harmonization, digital-based data management, and capacity building for KUA officers to ensure legal certainty and efficiency in marriage administration across Indonesia.
Pandangan Tokoh Agama Kota Banjarmasin Mengenai Istri Yang Mempercantik Diri Untuk Suami Dengan Menyuntikan Zat Hewani Normadina, Najwa; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1563

Abstract

Islam memandang upaya mempercantik diri dalam hubungan rumah tangga sebagai bagian dari pemenuhan hak dan kewajiban antara suami dan istri serta dianjurkan untuk menjaga keharmonisan keluarga. Berhias bagi pasangan tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga memiliki dimensi moral dan sosial. Perkembangan teknologi medis dan industri kecantikan melahirkan berbagai metode perawatan modern yang memunculkan persoalan hukum Islam, salah satunya praktik penyuntikan zat hewani untuk tujuan estetika. Praktik ini menimbulkan perdebatan karena berkaitan dengan status kehalalan bahan, potensi risiko kesehatan, serta batasan syariat terhadap perubahan ciptaan Allah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan tokoh agama Kota Banjarmasin mengenai praktik penyuntikan zat hewani yang dilakukan oleh istri untuk mempercantik diri bagi suami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan karakter normatif-empiris hukum. Data diperoleh melalui wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya mempercantik diri pada dasarnya diperbolehkan selama memenuhi prinsip kehalalan, tidak membahayakan kesehatan, dan tidak mengubah ciptaan Allah secara permanen.