Pemanfaatan sumber daya pangan lokal sebagai strategi pencegahan anemia dan stunting pada ibu hamil belum optimal, terutama disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan nilai gizi yang terkandung di dalamnya. Padahal, daerah setempat memiliki beragam sumber pangan lokal yang kaya nutrisi seperti daun kelor, daun kenikir, ikan, tempe, dan umbi-umbian yang sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat inu bersifat partisipatori dan edukatif, dimana pendekatan yang digunakan yakni Participatory Action Research (PAR) dimana masyarakat (kader kesehatan, ibu hamil, dan keluarga) dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Metode utama yang ditaerapkan adalah pelatihan, pendampingan, dan demontrasi pembuatan makanan bergizi dari sumber daya local. Berdasarkan hasil dari pre test dan post test terhadap pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan pencegahan stunting terdapat peningkatan yang signifikat dari responden yaitu sebelum diberikan edukasi penyuluhan didapatkan responden sebanyak 75% dalam kategori kurang, sedangkan sesudah dilakukan edukasi penyukuhan sebanyak 80% responden pengetahuannya baik. Hasil evaluasi terhadap berbagai produk olahan lokal menunjukkan respon yang positif. Nilai rata-rata penerimaan rasa yang baik menunjukkan bahwa produk-produk ini umumnya disukai oleh responden. Komentar positif secara keseluruhan membuktikan bahwa optimasi sumber daya lokal melalui diversifikasi olahan merupakan strategi yang feasible dan efektif untuk meningkatkan asupan gizi ibu hamil, khususnya zat besi dan protein, sehingga berkontribusi pada pencegahan anemia dan stunting