Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASPEK EKOLOGI REPONG DAMAR Widya Anisa Rachma; Diva Permatasari; Jamilatut Toriqoh; Faldo Titus Nugroho; Dani Ade Nugroho; Wahyu Abdul Rahman; Ade All Mustakim; Maro William Tamba
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 2 (2024): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i2.10014

Abstract

Repong damar memiliki sejumlah aspek yang memengaruhi manajemen, produktivitas, dan keberlanjutannya. Salah satu aspek kunci adalah komposisi vegetasi dan struktur ekosistem di sekitar area repong damar. Aspek ekologiĀ  memengaruhi keragaman fauna di sekitar Repong Damar. Berbagai spesies hewan seperti burung, serangga, mamalia, dan reptil dapat ditemukan di area ini, tergantung pada tipe vegetasi, struktur hutan, dan ketersediaan sumber daya. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara semi terstruktur dan pengamatan langsung terhadap kehidupan masyarakat Desa Pahmungan, Krui. Wawancara dilakukan terhadap 26 responden yang dipilih dengan teknik random sampling. Mayoritas responden memiliki tanaman obat di kebun (76,92%) dan menggunakan mereka untuk pengobatan (84,62%). Varian dalam budidaya tanaman obat (50%). Gangguan terhadap kebun damar sebagian besar berasal dari manusia (100%). Keberagaman flora dan fauna dalam repong damar diakui oleh semua responden (100%). Iklim mikro di sekitar repong damar tetap terjaga (73,08%), menunjukkan dampak positif keberadaannya pada lingkungan. Kesepakatan penuh responden (100%) bahwa repong damar adalah warisan turun-temurun menunjukkan kesadaran akan pelestarian tradisi dan keberlanjutan lingkungan. Pengelolaan jangka waktu panjang diakui oleh seluruh responden (100%), mencerminkan komitmen terhadap praktik berkelanjutan secara generasi ke generasi. Secara keseluruhan, data dari 26 responden menciptakan gambaran positif tentang praktik ekologi repong damar, menekankan keberlanjutan, pemanfaatan lokal, dan pelestarian warisan turun-temurun.
PENGELOLAAN PERSEMAIAN TANAMAN RAKYAT UNTUK MENINGKATKAN KEANEKARAGAMAN JENIS TANAMAN DI LAHAN PEKARANGAN Faldo Titus Nugroho; Gunardi Djoko Winarno; Rahmat Safe'I; Afif Bintoro
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.28

Abstract

Persemaian adalah tempat yang dalam memproses benih atau bahan lain dari tanaman menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan. Di Desa Tegalyoso, Lampung Timur, khususnya dusun IV, terdapat dua fasilitas penting yang berkontribusi dalam penyediaan bibit tanaman, yaitu Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan komposisi benih/bibit, menganlisis pengelolaan persemaian, menganalisis pemanfaatan persemaian. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, artikel, dan sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persemaian KBR di Desa Tegalyoso memiliki tiga jenis tanaman utama, yaitu Alpukat, Pinang, dan Nangka. Sementara itu, persemaian KWT menanam berbagai jenis tanaman seperti Daun Bawang, Pakcoy, Sawi, Bayam, Terong, Pepaya, Kacang Panjang, Kangkung, dan Timun. Pengelolaan persemaian meliputi beberapa tahapan, seperti pemilihan lokasi, persiapan lahan, penyediaan media tanam, penyemaian benih, penyiraman, pemberian pupuk, pengendalian hama dan penyakit, perawatan rutin. Terdapat perbedaan dalam media tanam, ukuran polybag, dan bahan tiang paranet yang digunakan antara persemaian KBR dan KWT. kesimpulannya, pengelolaan persemaian yang baik dan pemilihan jenis tanaman yang tepat akan memastikan pertumbuhan bibit yang optimal, kuat, dan siap untuk dipindahkan ke area yang lebih luas.