Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Paparan Gelombang Elektromagnetik Handphone Periode Kronik Terhadap Kadar SGOT dan SGPT Imelda Puspita
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan handphone menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang dalam mengakses internet. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Kondisi ini disebabkan kesadaran masyarakat di negara berkembang yang semakin meningkat akan akses informasi. Dengan meningkatnya pengguna ponsel terhadap paparan medan elektromagnetik, hati sebagai organ penting dalam tubuh yang terkena salah satu efek radiasi. Dari efek radiasi ditemukan adanya perbedaan kadar Enzim penting adalah serum transaminase oksaloasetat glutamat (SGOT) dan serum glutamic piruvat transaminase (SGPT) yang cenderung meningkat sehingga penting dalam studi masalah ini. [J Agromed Unila 2015; 2(4):536-540]Kata kunci: handphone, paparan gelombang elektromagnetik, SGOT, SGPT
Penyebab Efusi Pleura di Kota Metro pada tahun 2015 Imelda Puspita; Tri Umiana Soleha; Gabriella Berta
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, kasus efusi pleura mencapai 2,7 % dari penyakit infeksi saluran napas lainnya. Efusi pleura adalah keadaan dimana terdapat akumulasi cairan dalam rongga pleura. Terdapat dua jenis cairan pleura yaitu eksudatif dan transudatif. Di negara-negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia, lazim diakibatkan oleh infeksi tuberkulosis. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melihat penyebab efusi pleura di kota Metro. Studi ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Studi menggunakan data sekunder melibatkan 537 subjek dengan teknik sampling total sampling. Studi dilakukan di Kota Metro dengan tujuan mengetahui kejadian dan etiologi efusi pleura pada periode 1 Januari 2015-31Desember 2015. Di kota Metro terdapat 537 insidensi efusi pleura. Studi menemukan bahwa penyebab efusi terbanyak adalah keganasan yaitu sebanyak 33%, diikuti dengan efusi cardiac sebanyak 27%. Tuberkulosis menempati posisi ketiga sebagai penyebab efusi (22,9%) dilanjutkan dengan pneumoni (14,3%), sirosis hepatis (1,1%), uremia (0,9%),  dan penyebab yang paling sedikit adalah SLE (0,7%). Kata kunci: efusi pleura, kejadian, penyebab