Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dermatitis Kontak Iritan Akibat Paparan Bawang Putih (Allium sativum) Dinda Afifa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan respon kulit terhadap kontak dengan bahan kimia, fisik, atau biologi. Hampir 80% dari kasus dermatitis merupakan DKI. Dermatitis kontak iritan dapat disebabkan oleh paparan bahan biologis, seperti tanaman. Dermatitis kontak iritan akibat tanaman, merupakan kasus DKI tersering dengan persentase sebesar 26,14%.Bawang putih (Allium sativum) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai pengobatan herbal. Hal ini dikarenakan bawang putih memiliki komponen dialil sulfida, yang memiliki efek antifungi, anti antiparasit, antiviral, antimikrobial, antihipertensi, dapat menurunkan glukosa, antithrombotik, antimutagenik, dan antiplatelet. Bawang putihmentah sering dihaluskan dan dioleskan ke kulit pada bagian tubuh yang sakit. Komponen dialil sulfida dan derivatnya, alisin, merupakan komponen yang dapat menyebabkan iritasi, seperti kemerahan dan pada kasus yang berat dapat menyebabkan kulit melepuh seperti luka bakar. Hal ini disebabkan alisin mempengaruhi metabolisme sistein pada protein, sehingga dapat menyebabkan rusaknya epidermal junction dan memicu nekrosis koagulatif.Kata kunci: alisin, bawang putih, dermatitis kontak iritan.