Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi Strategi Pengembangan Bisnis Berbasis Analisis SWOT dan Orientasi Pasar: Studi pada Produk Korean Pancake di Indonesia Mohammad Afrizal miradji; Bayu Adi; Putri Ayu; Chika Aulia; Nabila Natcjwa; Ayunda Frischa
Journal of Economics, Management, and Accounting Vol 1 No 1 (2025): July: Scripta Economica: Journal of Economics, Management, and Accounting
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/w569d413

Abstract

The phenomenon of the Korean Wave (Hallyu) has influenced lifestyle and consumption trends among Indonesian society, including in the culinary sector. This study aims to analyze market potential and formulate business development strategies for Korean Pancakes (Hotteok) in Indonesia. The research method used is qualitative descriptive with a case study approach, through observation of digital sales trends, interviews with business actors and consumers, as well as literature analysis. The results show that Korean Pancakes have high market potential among young consumers, mainly due to the support of Korean cultural trends and increased food consumption through online platforms. SWOT analysis reveals that the main strengths are product uniqueness and visual appeal that aligns with social media trends, while weaknesses include production limitations and product shelf life. Significant opportunities lie in digital collaboration and online market expansion, with the main threats being modern dessert competition and rapid trend changes. Recommended development strategies include flavor variant innovation, brand strengthening through social media, digital distribution optimization, and the development of long-lasting products. Overall, this study confirms that the success of the Korean Pancake business in Indonesia depends on continuous innovation, market trend adaptation, and the establishment of a strong brand identity.
Stratifikasi Sosial dan Akses Kesehatan: Analisis Kesenjangan dalam Sistem Pelayanan Publik Indri Febriyanti; Aiylla Azzura; Chika Aulia; M. Fikri; Faisal Ramdani
Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora Vol 2 No 2 (2025): Vol 2 No 2 2025
Publisher : LP2MI Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jumash.v2i2.16852

Abstract

Stratifikasi sosial memainkan peran krusial dalam menentukan pola akses masyarakat ke layanan kesehatan. Tulisan ini meneliti pengaruh variasi kelas sosial meliputi aspek ekonomi, pendidikan, jenis pekerjaan, serta lokasi domisili terhadap kemampuan individu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Di bidang pelayanan publik, disparitas akses masih terlihat jelas melalui keterbatasan infrastruktur, variasi mutu layanan, dan kapasitas keuangan dalam menanggung biaya kesehatan. Dengan mengacu pada teori serta ilustrasi kasus dari berita mutakhir, artikel ini mengungkap bahwa stratifikasi sosial secara signifikan memperlebar jurang kesehatan, khususnya bagi golongan berpendapatan rendah dan penduduk di wilayah terisolir. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa beberapa fasilitas kesehatan primer, seperti puskesmas di wilayah terpencil, tidak dilengkapi dengan koneksi internet yang cukup, sehingga proses integrasi layanan digital mengalami hambatan. Data menunjukkan bahwa sekitar 7,18% puskesmas belum memiliki akses internet. Penyebaran sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan pun masih tidak seimbang, dengan banyak daerah yang kekurangan rumah sakit serta tenaga medis. Di samping itu, pasokan obat-obatan, khususnya untuk penyakit kronis, masih menimbulkan ketidakpastian, yang semakin menyulitkan akses bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Secara keseluruhan, kesimpulan menegaskan bahwa stratifikasi sosial serta ketidakadilan struktural terus menjadi hambatan utama dalam mencapai akses layanan kesehatan yang setara, walaupun kebijakan kesehatan universal telah diterapkan. Sebagai saran, diperlukan langkah-langkah kebijakan yang mendukung inklusivitas, termasuk penguatan infrastruktur digital kesehatan di daerah terisolir, penyeimbangan distribusi fasilitas dan tenaga medis, serta pengembangan sistem distribusi obat dan layanan yang transparan serta adil.