Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ruang lingkup, efektivitas, dan tantangan penerapan pendekatan spiritual dan religius dalam terapi trauma. Fokus utama penelitian adalah mengevaluasi sejauh mana intervensi berbasis spiritual-religius dapat mendukung pemulihan psikologis dan emosional pasien, serta mengidentifikasi hambatan praktis, kultural, dan etis yang muncul dalam implementasinya. Penelitian ini juga membahas strategi adaptasi dan integrasi bagi terapis agar pendekatan spiritual dan religius dapat diterapkan secara efektif dan sensitif terhadap konteks budaya pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan analisis dokumen akademik. Sumber data mencakup jurnal ilmiah, buku teks psikologi dan kesehatan mental, panduan klinis, serta laporan studi kasus terkait trauma dan intervensi spiritual-religius. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama, seperti bentuk intervensi, model terapi, mekanisme coping spiritual, efektivitas intervensi, serta tantangan dan strategi adaptasi dalam praktik klinis. Triangulasi literatur digunakan untuk meningkatkan validitas dan keandalan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan spiritual dan religius efektif mendukung pemulihan psikologis dan emosional pasien trauma melalui peningkatan coping adaptif, regulasi emosi, pemaknaan pengalaman traumatis, dan dukungan sosial dari komunitas religius. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh sensitivitas budaya, kompetensi terapis, dan kesesuaian metode intervensi. Tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi praktisi, perbedaan nilai budaya, risiko dogmatisasi, dan keterbatasan bukti empiris. Strategi adaptasi yang fleksibel, kolaboratif, dan berbasis bukti menjadi kunci keberhasilan integrasi pendekatan ini dalam praktik klinis. .