Syarifatul Amanah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Syarifatul Amanah; Muizzatur Rokhaniah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6288

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan suatu proses pengembangan potensi manusia yang menanamkan sikap menghargai keberagaman serta perbedaan sebagai konsekuensi dari adanya variasi budaya, etnis, suku, dan agama. Dalam praktiknya, pendidikan multikultural mencerminkan penerapan filosofi pluralisme budaya dalam sistem pendidikan yang berlandaskan prinsip kesetaraan, saling menghormati, saling menerima, memahami satu sama lain, serta memiliki komitmen moral terhadap keadilan sosial. Konsep pendidikan multikultural muncul seiring berkembangnya gagasan dan kesadaran tentang interkulturalisme setelah berakhirnya Perang Dunia II. Munculnya kesadaran tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika politik global terkait isu hak asasi manusia, kemerdekaan dari kolonialisme, dan diskriminasi rasial, tetapi juga akibat meningkatnya keberagaman masyarakat di negara-negara Barat sebagai dampak dari arus migrasi besar-besaran dari negara-negara yang baru merdeka menuju Amerika dan Eropa. Pada dasarnya, pendidikan multikultural menekankan pentingnya sikap kepedulian, pengertian terhadap perbedaan, serta pengakuan terhadap eksistensi kelompok minoritas. Pandangan pendidikan ini melihat masyarakat dari sudut pandang yang lebih luas, dengan menyadari bahwa sikap tidak peduli dan penolakan terhadap perbedaan tidak hanya bersumber dari ketimpangan rasial, melainkan juga dari struktur sosial yang tidak adil. Oleh karena itu, pendidikan multikultural membahas isu-isu ketidakadilan, kemiskinan, penindasan, serta keterbelakangan yang dialami kelompok minoritas di berbagai bidang seperti sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan.
HIJAB DALAM DIALEKTIKA TREND MODE DAN NILAI SYARIAT Saiful Yusuf Darojah; Muizzatur Rokhaniah; Latifah Sriwijaya; Syarifatul Amanah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6666

Abstract

Hijab merupakan salah satu ajaran Islam yang bertujuan menjaga kehormatan dan identitas perempuan Muslim. Dalam perkembangannya, hijab tidak hanya dipahami sebagai kewajiban syariat, tetapi juga mengalami pergeseran makna seiring dengan munculnya tren mode dan budaya populer. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dialektika antara hijab sebagai tuntutan syariat Islam dan hijab sebagai bagian dari tren fashion modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis ayat Al-Qur’an, hadis, serta literatur ilmiah yang relevan dengan tema hijab dan mode. Hasil kajian menunjukkan bahwa hijab dalam konteks kontemporer berada dalam proses negosiasi antara nilai-nilai religius dan ekspresi budaya populer. Di satu sisi, tren hijab modern memberikan ruang kreativitas dan pemberdayaan bagi perempuan Muslim, namun di sisi lain berpotensi menggeser esensi hijab dari simbol ketaatan menjadi sekadar gaya hidup. Oleh karena itu, pemahaman hijab perlu dikembalikan pada nilai syariat tanpa menafikan realitas sosial, sehingga hijab tetap berfungsi sebagai identitas keislaman yang bermakna dan beretika.