Magrifah Rizki Berutu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI MAHASISWA JURUSAN MATEMATIKA TERHADAP GHIBAH DIGITAL DALAM PERSPEKTIF ETIKA KOMUNIKASI ISLAM Munthe, Atiqah; Nabila Nasution; Syeila Fatiha; Magrifah Rizki Berutu; Hapni Laila Siregar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12237

Abstract

The development of digital technology has transformed human communication patterns, but it also presents ethical challenges such as digital ghibah, which is categorized as a form of cyberbullying. This study aims to determine the perception of Mathematics Department students at Medan State University towards digital ghibah from the perspective of Islamic communication ethics. The research method used is quantitative descriptive with a sample of 35 students from the 2024 Mathematics Education program. Data was collected through a questionnaire containing 12 questions using a 2-point Likert scale and analyzed using Microsoft Excel. The results show that the level of students' knowledge, perception, and attitude towards digital ghibah is in the moderate category, with 20 respondents falling into this category. Additionally, Islamic communication skills on social media are also in the moderate category (53%), indicating that students have started to apply Islamic communication ethics values but the implementation is not yet fully consistent. The conclusion of this study is that it is necessary to strengthen digital literacy based on moral values and integrate character education to improve students' ethical awareness in communicating in the digital space.
Pengaruh Kejelasan Bahasa terhadap Pemahaman Soal Cerita Matematika pada SMAN Percut Sei Tuan Siswa Kelas X Rosmelia Elsada Sinaga; Gazla Hilmia Yunanda Rangkuti; Magrifah Rizki Berutu; Ika Febriana
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap soal cerita matematika yang sering kali disebabkan oleh ketidakjelasan bahasa dalam soal, bukan sematamata karena rendahnya kemampuan berhitung. Bahasa yang ambigu, berbelit, dan kurang komunikatif dapat meningkatkan beban kognitif siswa sehingga menghambat proses memahami informasi dan menyusun model matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kejelasan bahasa terhadap pemahaman soal cerita matematika pada siswa kelas X di SMAN 2 Percut Sei Tuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain posttest-only control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yangdipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kesetaraan kemampuan awal. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman soal cerita matematika dalam dua versi paralel, yaitu bahasa jelas dan bahasa kurang jelas, serta angket persepsi siswa. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji-t independen, dan perhitungan effect size menggunakan Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa pada soal dengan bahasa jelas sebesar 78,40 lebih tinggi dibandingkan soal dengan bahasa kurang jelas sebesar 66,20. Hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan (p =0,001), sedangkan nilai Cohen’s d sebesar 1,42 menunjukkan pengaruh yang besar secara praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa kejelasan bahasa berpengaruh signifikan terhadap pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi guru dalam menyusun soal matematika yang komunikatif, jelas, dan tidak multitafsir agar kemampuan matematis siswa dapat diukur secara lebih akurat. Kata Kunci: kejelasan bahasa, soal cerita matematika, pemahaman siswa, cognitive load,pembelajaran matematika