Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KOREOGRAFI TARI PAKARENA MA’LINO PRODUKSI LEMBAGA KESENIAN BATARA GOWA DI MAKASSAR Yerika Sari; Nurlina Syahrir
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  memperoleh  data  dan  informasi  yang  akurat tentang : 1) Bentuk Koreografi tari Tari Pakarena Ma’lino Produksi Lembaga Kesenian  Batara  Gowa  Di  Makassar.  2)  Estetika  Koreografi  tari  Pakarena Ma’lino   produksi Lembaga Kesenian Batara Gowa berdasarkan prinsip-prinsip Estetika. Metode pengumpulan data yang disusun: 1) Studi Pustaka 2) Observasi, 3) Wawancara, 4) Dokumentasi. Pengolahan data menggunakan metode analisis kualitatif non statistik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) Bentuk Koreografi tari Pakarena Ma’lino Produksi Lembaga Kesenian Batara Gowa yaitu meliputi penari perempuan yang berjumlah 4 orang penari dengan bagian-bagian gerak yang meliputi 7 ragam gerak yang meliputiI. A’jappa biring kassi (jalan menyusuri pantai) II. An’dalekang (menjamu atau melayani para tamu) III. Bombang An ggalura IV. Anyungke (Membuka) V. Ma’lino (Membumi) VI. Anjaga Lino (Menjaga dunia) VII. Appala Kanga (Pamit), memiliki pola lantai. Musik pengiring yang terdiri dari gendang, Gong gantung, Pui-pui dan kancing. Kostum yang terdiri dari baju bodo, sarung, selempang , bando, bangkara, ponto karro-karro, rante susung, pinang goyang, sanggul patinra, bunga simboleng, tat arias yang digunakan adalah make up panggung rias cantik. Properti yang digunakan kipas. 2) Estetika tari Pakarena Ma’lino berdasarkan prinsip-prinsip seni budaya merupakan keindahan yang nyata yang dapat kita rasakan, pada umumnya yang kita sebut indah didalam jiwa kita yang dapat menimbulkan rasa senang, rasa puas, rasa aman dan bahagia dan apabila perasaan itu walaupun sudah dinikmati berkali-kali. Adapun prinsip-prinsip didalam bentuk seni menjadi beberapa bagian Unity (Kesatuan yang utuh), Varition (keragaman), Repetition (pengulangan), Contars (kontras), Transition (transisi), sequence (urutan), Climax (klimaks), balance (keseimbangan), harmony (harmoni).
KANDUNGAN NILAI ETIKA DALAM SYAIR LAGU ROHANI PADA PEMBELAJARAN AGAMA DI SEKOLAH MINGGU GEREJA TORAJA JEMAAT PALAWA Luse Rumpang Pariama; Nurlina Syahrir
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Minggu Gereja Toraja sebagai salah satu wadah pembinaan pada anak mempunyai peran yang penting dalam pembinaan dan pendidikan karakter anak- anak Kristen.Salah satunya dengan pembelajaran etika. Pembelajaran tidak hanya dalam bentuk ceramah, tetapi juga dengan cara lain, seperti melalui lagu-lagu yang digunakan dalam kegiatan ibadah. Ada beberapa lagu yang digunakan dalam kegiatan ibadah yang mengandung nilai etika.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tentang (1) Bagaimana kandungan etika individual dalam syair lagu rohani di Sekolah Minggu Gereja Toraja Jemaat Palawa. (2) Bagaimana kandungan etika sosial dalam syair lagu rohani di Sekolah Minggu Gereja Toraja Jemaat Palawa. Adapun penelitian ini dilakukan dengan metode deskripfit kualitatif, lebih tepatnya yaitu analisis terhadap lagu-lagu yang digunakan dalam kegiatan Ibadah Sekolah Minggu. Berdasarkan metode penelitian tersebut diperoleh  hasil  bahwa  ada  beberapa  lagu  yang  mengandung  nilai  etika  yang terbagi menjadi dua. Pertama, syair lagu yang mengandung etika individual yang menyangkut tentang kewajiban dan sikap terhadap diri sendiri, dan lagu  yang dimaksud adalah lagu “Anak S’kolah Minggu” dan “Rukun Kasih”, dimana lagu tersebut mengajarkan seorang anak untuk selalu patuh dan taat pada orangtua serta selalu bersikap rendah hati. Kedua, syair lagu yang mengandung nilai etika sosial, yaitu etika yang menyangkut baik buruknya perbuatan seseorang dengan sesama, dan lagu yang dimaksud adalah lagu “Aku senang jadi anak Tuhan” dan lagu “Hati-hati gunakan tanganmu”, dimana lagu-lagu tersebut mengajarkan seorang anak untuk selalu berkata jujur, tidak mencuri dan tidak melakukan kekerasan. Gereja memiliki kesempatan yang baik untuk mengajarkan etika kepada seorang anak, meskipun secara tidak langsung, dengan menggunakan lagu. Karena pada dasarnya seorang anak  lebih suka bergerak dan betindak, dibandingkan hanya sekedar duduk dan diam. Dengan adanya lagu tersebut, anak-anak diharapkan memahami serta menjadikan bekal dalam kehidupan sehari-hari untuk kehidupan yang lebih baik.
PROSES KREATIVITAS RIDWAN SAU DALAM MENCIPTAKAN LAGU POP MAKASSAR Nurul Ainun Juniar Syam; Nurlina Syahrir
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengangkat fakta, keadaan, dan fenomena-fenomena yang dialami oleh Ridwan Sau dalam proses kreativitasnya dalam menciptakan lagu pop Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara bebas dan terbuka. Penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang selaku narasumber serta perilaku yang diamati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk proses kreativitas Ridwan Sau dalam menciptakan  lagu  pop  Makassar  dan  bagaimana proses pendokumentasian karyanya. Hasil  dari  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa proses kreativitas Ridwan Sau terbagi atas 4 tahap yaitu, yang pertama tahap person (pribadi) dalam tahap ini menjelaskan tentang proses pengumpulan ide dalam menciptakan sebuah lagu. Kedua tahap process (proses) pada tahap ini Ridwan Sau memulai dengan persiapan, inkubasi, pencerahan, dan verifikasi, proses tersebut sesuai dengan konsep teori Wallas tentang proses kreativitas individu. Ketiga tahap press (dorongan) pada tahap ini Ridwan Sau dalam menciptakan sebuah lagu mendapatkan dorongan dari dua aspek yaitu pribadi dan lingkungan keluarga. Keempat product (produk) pada tahap ini Ridwan Sau telah melahirkan karya sebanyak 5 album yang didalamnya terdiri dari 30 lagu dan 2 album kompilasi. Selanjutnya adalah pendokumentasian karya Ridwan Sau dalam menciptakan lagu pop Makassar terdiri dari dua bentuk yaitu hardcopy (salinan dokumen dalam bentuk cetak) dan softcopy (salinan dokumen dalam bentuk file/elektronik).