Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM REHABILITASI SOSIAL DALAM PENINGKATAN PERAWATAN NARAPIDANA KASUS NARKOTIKA DI LAPAS NARKOTIKA KELAS IIA BANDAR LAMPUNG Tarigan, Ronaldo Aloisa; Soge, Markus Marselinus
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 No. 4 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i4.52963

Abstract

Layanan pemasyarakatan berkaitan dengan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk merehabilitasi narapidana yang dihukum karena kejahatan dan menjalani hukuman penjara. Pemasyarakatan mempunyai kaitan erat dengan lembaga pemasyarakatan yang merupakan perwujudan falsafah hidup bangsa Indonesia, Pancasila. Program rehabilitasi sosial bagi narapidana narkoba di lembaga pemasyarakatan sangat penting untuk meningkatkan pelayanan dan terkait dengan penetapan aturan mengenai hak dan tanggung jawab narapidana. Melalui penerapan strategi rehabilitasi yang menyeluruh, Lapas Narkoba Kelas IIA Bandar Lampung berupaya mengubah pola perilaku dan cara pandang hidup para pelaku tindak pidana narkoba. Penelitian ini bertujuan mengetahui Implementasi Program Rehabilitasi Sosial Dalam Peningkatan Perawatan Narapidana Kasus Narkotika Di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis datanya dilakukan menggunakan beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang pertama mengenai Implementasi Program Rehabilitasi Sosial Dalam Peningkatan Perawatan Narapidana Kasus Narkotika Di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dilakukan dengan penerbitan Surat Keputusan Penugasan, Pemberdayaan petugas yang bersertifikat, pengelompokan narapidana, pelaksanaan kegiatan program rehabilitasi sosial. Namun demikian hasil dari penelitian kedua masih ditemukan hambatan terbatasnya ruangan pelaksanaan program, terbatasnya petugas BNNK, masih kurangnya pelaksanaa diklat atau pelatihan khusus bagi petugas.