Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI TUBUHKU MILIKKU UNTUK MEMBANGUN SEKOLAH RAMAH ANAK: PROGRAM KKN BERDAMPAK BERBASIS SDGS DI SD NEGERI 1 RAJABASA KECAMATAN RAJABASA KOTA BANDAR LAMPUNG Sumargono; Mahasiswa KKN
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v5n1.3548

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi perlindungan diri anak melalui edukasi “Tubuhku Milikku” sebagai strategi membangun Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 1 Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung dalam skema KKN Berdampak berbasis SDGs. Permasalahan mitra meliputi rendahnya pemahaman siswa tentang bagian tubuh pribadi, cara menolak sentuhan tidak aman, serta mekanisme melapor ketika menghadapi situasi berisiko, yang diperparah oleh keterbatasan media pembelajaran kontekstual sesuai usia sekolah dasar. Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 16 (Perlindungan Anak dan Keadilan). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui empat tahap utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Berdasarkan analisis kegiatan edukasi “Tubuhku Milikku” sebagai strategi membangun Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 1 Rajabasa diperoleh hasil rata-rata pretest peserta adalah 60,9 dan rata-rata post test adalah 92,45. Adapun secara keseluruhan prosentase peningkatan hasil evaluasi peserta dari pre test ke post test mengalami peningkatan sebesar 31,55%. Prosentase peningkatan dapat menunjukan bahwa kegiatan edukasi “Tubuhku Milikku” berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai perlindungan diri, sentuhan aman dan tidak aman, serta keberanian melapor ketika menghadapi situasi berisiko. Program ini juga mendukung terciptanya budaya sekolah yang aman, ramah anak, inklusif, dan bebas dari perilaku bullying. Melalui kegiatan penyuluhan, simulasi, dan pelatihan interaktif, siswa menunjukkan antusiasme tinggi serta peningkatan kesadaran dalam menjaga diri dan menghargai orang lain. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara sekolah, guru, dan mahasiswa KKN dalam mendukung implementasi sekolah ramah anak berbasis SDGs di lingkungan pendidikan dasar.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sosialisasi dan Pembuatan Taman Percontohan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Budi Lestari Khairun Nisa Berawi; M. Riski P.; Mahasiswa KKN
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 03 (2026): September 2026
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v6n03.3553

Abstract

Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap obat-obatan kimia sintetis untuk menangani keluhan kesehatan ringan sehari-hari sering kali tidak diimbangi dengan optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah sebagai apotek hidup. Artikel ini berupaya memberikan gambaran dan penjelasan mengenai pelaksanaan program kerja sosialisasi pemanfaatan serta pembuatan taman percontohan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Budi Lestari, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif-eksplanatif yang merangkum tahapan pra-kegiatan, proses pelaksanaan, hingga evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai klasifikasi botani, indikasi farmakologis, dan teknik pengolahan sederhana dari 10 jenis tanaman obat (kunyit, jahe, kencur, daun sirih hijau, lidah buaya, daun pandan, lengkuas, serai, kumis kucing, dan seledri). Selain itu, program ini berhasil merealisasikan satu unit taman percontohan TOGA komunal yang tertata, terpagar kokoh, dan dilengkapi label identitas tanaman di area dekat Balai Desa. Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias serta termotivasi untuk mereplikasi budidaya apotek hidup di pekarangan rumah masing-masing sebagai langkah pertolongan pertama mandiri berbasis bahan alam.