Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS METODE SYARAH HADIS SYAIKH MUHAMMAD AL-AMIN AL-HARARI DALAM AL-KAUKAB AL-WAHHAJ SYARAH SAHIH MUSLIM Hifdhul Ulum; Mohammad Anang Firdaus
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v6i2.867

Abstract

Shaykh Muhammad al-Amin al-Harari is one of the scholars who is known to master many fields of religious science, especially tafsir, hadith, language, fiqh, but many academics have studied him in terms of his interpretation and there is still no research that discusses him in terms of hadith. Therefore, the researcher reviews the biography and contribution of Shaykh Muhammad Amin al-Harari in the field of Hadith by looking at how the method of Hadith narration he used in the book of Sahih Muslim that he wrote and what composition he used in narrating the Hadith of Sahih Muslim. Through the library research method, therefore this research needs data sources in the form of the book of al-Kaukab al-Wahhaj, the book of the method of hadith scribing and scientific journals related to this discussion. To get perfect results, the analysis of this research is carried out by discussing the book of hadith analysis methods and scientific journals and comparing the book of hadith analysis of sheikh Muhammad Amin al-Harari with the book al-Minhaj. this research concludes that the method of sheikh Muhammad Amin al-Harari in synthesizing the hadith of the Sahih Muslim book is the tahlili and muqarin method. the composition Syarah hadis used by sheikh Amin al-Harari includes: explanation of the narrator of the hadith, fiqh, description of the lafadz, nahwu, differences of opinion of scholars (ikhtilaf) in understanding the hadith, differences in the lafadz of hadith narration.
Receh Penuh Berkah: Tradisi Sedekah Peziarah di Makam Gus Dur Dan Relevansinya Dengan Hadis Sebutir Kurma Muhammad Najib Nashiri A’anillah; Mohammad Anang Firdaus
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i1.1229

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi sedekah receh yang dilakukan oleh peziarah makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng, Jombang, sebagai perwujudan ajaran Islam yang berpadu dengan tradisi lokal. Fenomena ini tidak sekadar dipandang sebagai amal sosial, melainkan juga simbol penghormatan dan sarana memperkuat spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana kesadaran peziarah terhadap hadis-hadis Nabi tentang sedekah, termasuk hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebutkan bahwa “Allah menerima sedekah meskipun hanya sebesar sebutir kurma dari harta yang baik, lalu Allah mengambilnya dengan tangan kanan-Nya”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi langsung di area makam, wawancara mendalam dengan peziarah dan pengelola makam, serta kajian literatur terkait hadis-hadis sedekah. Analisis data difokuskan pada pengungkapan makna dan motivasi di balik praktik sedekah receh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sedekah receh di makam Gus Dur berakar pada keyakinan akan keberkahan sedekah yang ikhlas, sesuai dengan hadis Nabi bahwa amal yang sedikit tetapi dari sumber yang baik akan diterima dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Para peziarah memaknai pemberian uang receh sebagai sarana memperoleh berkah, menolak bala, dan meraih pahala sedekah jariyah. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana sedekah uang receh dapat berfungsi sebagai media untuk memperkuat tali persaudaraan antar sesame manusia, serta menyoroti pentingnya konsep living hadits dalam mengaplikasikan ajaran Islam dalam konteks modern. Temuan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak penelitian tentang praktik amal dalam berbagai konteks yang ada.