Abraham Anton Febrindo Luwiga
Institut Seni Indonesia Surakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sinkronisasi Bernyanyi dan Tari (Choralography) dalam Paduan Suara (Studi Kasus: Paduan Suara Vocalista Angels Klaten) Abraham Anton Febrindo Luwiga
INVENSI Vol 7, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v7i1.5716

Abstract

ABSTRAKBernyanyi merupakan aspek utama yang tentu wajib ada dalam paduan suara. Selain itu, dalam paduan suara juga melakukan gerakan atau tarian yang dikenal dengan istilah choralography. Bernyanyi mungkin bukan hal yang sulit dilakukan dalam sebuah paduan suara. Namun, bernyanyi sembari melakukan gerakan atau tarian kemungkinan dapat menimbulkan persoalan, misalnya terjadi ketidaksinkronan antara bernyanyi dan tarian yang dilakukan secara bersamaan. Bagaimana masalah ketidaksinkronan ini dapat dikontrol oleh anggota paduan suara? Penelitian ini bertujuan menelaah proses yang dilakukan oleh paduan suara untuk mencapai sinkronisasi dalam bernyanyi dan tari (choralography). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi pada Paduan Suara Vocalista Angels Klaten dan dilanjutkan dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, proses yang dilakukan oleh Paduan Suara Vocalista Angels adalah pematangan vokal, pengolahan gerak tubuh, dan latihan kreatif. Ketiga aktivitas ini menjadi aspek penting dalam mencapai sinkronisasi antara bernyanyi dan tari choralography dalam paduan suara. Synchronization of Singing and Dance (Choralography) in the Choir (Case Study: Vocalista Angels Choir Klaten) ABSTRACT Singing is the central aspect that must be in the choir. In addition, the choir also performs movements or dances known as choralography. Singing may not be a difficult thing to do in a choir. However, singing while doing movements or dancing may cause problems; for example, there is an asynchronous between singing and dancing simultaneously. How can choir members control this asynchronous problem? This study aims to examine the process carried out by the choir to achieve synchronization in singing and dance (choralography). This research was conducted using the observation method at the Klaten Angels Vocalista Choir and continued with descriptive analysis. Based on the research results, the process carried out by the Vocalista Angels Choir is vocal maturation, processing of body movements, and creative exercises. These three activities are essential aspects in achieving synchronization between singing and dance choralography in the choir.
ASPEK EKSTRAMUSIKAL PADA PADUAN SUARA VOCALISTA ANGELS KLATEN Abraham Anton Febrindo Luwiga
SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 3 No. 1 (2022): SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v3i1.54

Abstract

In the choir, two essential aspects, namely intramusical and extramusical aspects, playimportant roles in developing someone’s ability of singing and doing his or her dancemovements. Intramusical aspects are attached with a person’s ability in producing andarticulating the tones properly and accurately. These aspects are also related to a person’sability to do movements flexibly in line with the tempo and the rhythm of the song.Extramusical aspects are related to one’s desire, motivation, and passion to follow the processof acquiring singing ability and doing dance movements (choralography). As a matter of fact,some choirs currently focus on simply building and developing intramusical aspects; hence,they do not take into account the extramusical aspects. The current qualitative research aimsat exploring how extramusical aspects or non-technical aspects have an effect on the abilityof singing and doing dance movement (choralography) in the choir. The results of the researchdemonstrate that parts of extramusical aspects such as physical exercise, environmentalexploration, management of emotion, and mental building, take part in manipulating one’sability in singing and doing dance movements, particularly in a choir. Dalam paduan suara, terdapat dua aspek penting yang memiliki peran yang cukup besar dalammembentuk kemampuan bernyanyi dan gerak tari seseorang, yaitu aspek intramusikal danekstramusikal. Aspek intramusikal berkaitan dengan kemampuan seseorang dalammemproduksi dan membunyikan nada dengan baik dan benar, dan dengan kemampuanseseorang dalam melakukan gerakan dengan luwes dan lentur sesuai dengan tempo atau ritmelagu yang dibawakan. Aspek ekstramusikal berkaitan dengan keinginan, motivasi dan tekaddari seseorang untuk berproses hingga memperoleh kemampuan bernyanyi dan gerak tari(choralography). Permasalahannya, saat ini banyak paduan suara yang hanya berfokus padamembangun dan mengembangkan aspek intramusikal saja dan mengesampingkan aspekekstramusikal. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menelaah pengaruh aspekekstramusikal terhadap kemampuan bernyanyi dan gerak tari (choralography) dalam paduansuara. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa olah fisik, eksplorasi lingkungan, pemanfaatanemosi, dan pembentukan mental, yang merupakan bagian dari aspek ekstramusikal memilikipengaruh dalam membentuk kemampuan bernyanyi dan gerak tari seseorang, khususnyadalam paduan suara
ASPEK EKSTRAMUSIKAL PADA PADUAN SUARA VOCALISTA ANGELS KLATEN Febrindo Luwiga, Abraham Anton
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 3 No. 1 (2022): SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v3i1.54

Abstract

In the choir, two essential aspects, namely intramusical and extramusical aspects, playimportant roles in developing someone’s ability of singing and doing his or her dancemovements. Intramusical aspects are attached with a person’s ability in producing andarticulating the tones properly and accurately. These aspects are also related to a person’sability to do movements flexibly in line with the tempo and the rhythm of the song.Extramusical aspects are related to one’s desire, motivation, and passion to follow the processof acquiring singing ability and doing dance movements (choralography). As a matter of fact,some choirs currently focus on simply building and developing intramusical aspects; hence,they do not take into account the extramusical aspects. The current qualitative research aimsat exploring how extramusical aspects or non-technical aspects have an effect on the abilityof singing and doing dance movement (choralography) in the choir. The results of the researchdemonstrate that parts of extramusical aspects such as physical exercise, environmentalexploration, management of emotion, and mental building, take part in manipulating one’sability in singing and doing dance movements, particularly in a choir. Dalam paduan suara, terdapat dua aspek penting yang memiliki peran yang cukup besar dalammembentuk kemampuan bernyanyi dan gerak tari seseorang, yaitu aspek intramusikal danekstramusikal. Aspek intramusikal berkaitan dengan kemampuan seseorang dalammemproduksi dan membunyikan nada dengan baik dan benar, dan dengan kemampuanseseorang dalam melakukan gerakan dengan luwes dan lentur sesuai dengan tempo atau ritmelagu yang dibawakan. Aspek ekstramusikal berkaitan dengan keinginan, motivasi dan tekaddari seseorang untuk berproses hingga memperoleh kemampuan bernyanyi dan gerak tari(choralography). Permasalahannya, saat ini banyak paduan suara yang hanya berfokus padamembangun dan mengembangkan aspek intramusikal saja dan mengesampingkan aspekekstramusikal. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menelaah pengaruh aspekekstramusikal terhadap kemampuan bernyanyi dan gerak tari (choralography) dalam paduansuara. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa olah fisik, eksplorasi lingkungan, pemanfaatanemosi, dan pembentukan mental, yang merupakan bagian dari aspek ekstramusikal memilikipengaruh dalam membentuk kemampuan bernyanyi dan gerak tari seseorang, khususnyadalam paduan suara
Transformasi Makna Teks Religius dalam Musik Populer Indonesia: Perspektif Reader-response Luwiga, Abraham Anton Febrindo; Djohan, Djohan
PROMUSIKA Vol 13, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v13i2.17455

Abstract

Lirik lagu merupakan sebagai sebuah medium ekspresi yang kaya akan makna, terutama ketika mengadaptasi teks religius ke dalam konteks musik populer. Artikel ini mengkaji transformasi makna bagian ayat “seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami” dari Doa Bapa Kami dalam lirik lagu “Hagia” ciptaan Barasuara melalui pendekatan hermeneutik teori reader-response Wolfgang Iser. Tujuan utama penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis perubahan makna teks religius ketika dipindahkan dari ruang sakral ke ruang musik sekuler, serta peran musik dalam proses reinterpretasi makna. Metode penelitian menggunakan Hermeneutic Systematic Review (HSR) dengan analisis kualitatif, meliputi tahapan identifikasi makna asli teks religius, pemetaan konteks kreator (Iga Massardi), dan analisis interaksi teks dengan audiens dalam kerangka reader-response. Hasil analisis menunjukkan bahwa makna religius yang awalnya terbatas pada konteks ritual keagamaan mengalami perluasan menjadi sebuah pesan universal tentang toleransi dan solidaritas sosial. Musik sebagai medium memainkan peran krusial memperluas horizon penerimaan interpretasi terhadap makna baru yang mana dapat melampaui batas-batas keagamaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa makna teks religius bersifat dinamis, berkembang sesuai konteks sosial budaya pencipta dan pembaca. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan potensi musik populer sebagai media dialog antaragama dan rekonsiliasi sosial dalam konteks Indonesia yang plural. Penelitian ini membuka arah baru dalam kajian hermeneutik musik Indonesia dengan menunjukkan bahwa adaptasi teks religius dapat memperkaya diskursus keagamaan kontemporer tanpa menghilangkan nilai spiritualnya. Kontribusi teoretis penelitian ini terletak pada penerapan teori reader-response dalam analisis lirik musik populer Indonesia, yang sebelumnya belum banyak dilakukan secara sistematis. Transformasi makna ini menunjukkan bahwa musik populer dapat menjadi jembatan antara nilai-nilai religius dan kebutuhan masyarakat kontemporer yang beragam. Penelitian ini mengungkapkan bahwa proses perubahan makna tidak menghilangkan nilai spiritual dari teks asli, melainkan memperluas aksesnya kepada audiens yang lebih luas tanpa batasan denominasi agama. Temuan ini memberikan pemahaman baru tentang bagaimana seni dapat berperan dalam membangun dialog antariman dan toleransi di Indonesia yang majemuk. Dengan demikian, musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium komunikasi nilai-nilai kemanusiaan universal yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia saat ini.The Transformation of Religious Text Meaning in Indonesian Popular Music: A Reader-response PerspectiveAbstractLyrics are a rich medium for expressing meaning, especially when adapting religious texts to popular music contexts. This article examines the transformation of the phrase "as we forgive those who trespass against us" from the Lord's Prayer in the song "Hagia" by Barasuara, using Wolfgang Iser's reader-response hermeneutic theory. The primary goal is to identify and analyse the shift in the meaning of religious texts when they are moved from sacred to secular music spaces and to explore how music influences this reinterpretation process. The research employed a Hermeneutic Systematic Review (HSR) with a qualitative approach, involving the identification of the original meaning, mapping the songwriter's context (Iga Massardi), and analysing the interaction between the text and the audience through reader-response theory. The results reveal that the original religious meaning, once limited to a ritual context, transforms into a universal message of tolerance and social solidarity. Music plays a key role in expanding the scope of meaning reception, surpassing liturgical boundaries. The study concludes that the meaning of religious texts is fluid, changing based on the socio-cultural context of both the creator and the audience. The findings highlight the potential of popular music as a tool for interfaith dialogue and social reconciliation within Indonesia's diverse society. This research opens new avenues in Indonesian music hermeneutics by showing that adapting religious texts can enhance contemporary religious discussions without compromising their spiritual significance. Its main contribution is the systematic use of reader-response theory to analyse Indonesian popular music lyrics, an approach that has been largely overlooked in earlier studies. The research offers a model for understanding how sacred texts can act as bridges for cross-cultural and interreligious understanding today. This transformation shows that popular music can connect religious values with the needs of a modern, diverse society. It also reveals that the process of transforming meaning does not diminish the spiritual worth of the original text; rather, it broadens its reach, crossing denominational boundaries. These insights suggest how art can help promote interfaith dialogue and tolerance in Indonesia's pluralistic society. Therefore, music serves not only as entertainment but also as a medium for conveying universal human values that are relevant to Indonesia's current social landscape.Keywords: hermeneutics; reader-response; popular music; religious text meaning; Barasuara