Hani Agustina
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Sastra Anak dalam Kurikulum Bahasa: Upaya Menumbuhkan Minat dan Kemampuan Bahasa Sejak Dini Hani Agustina; Ahmad Rifa'i
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran integrasi sastra anak dalam kurikulum bahasa sebagai strategi menumbuhkan minat dan kemampuan berbahasa sejak dini. Kajian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, baik nasional maupun internasional, yang membahas hubungan antara sastra anak, pembelajaran bahasa, dan pengembangan karakter literat pada anak usia sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa sastra anak berfungsi bukan hanya sebagai bahan ajar linguistik, tetapi juga sebagai media pembentukan nilai dan pengembangan empati melalui bahasa. Pembelajaran bahasa yang berlandaskan sastra anak terbukti mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, imajinatif, dan menyenangkan. Integrasi sastra anak dalam Kurikulum Merdeka menegaskan pentingnya pendekatan humanistik dalam pendidikan bahasa yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan sosial. Dengan demikian, penguatan peran sastra anak dalam kurikulum bahasa menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi pembelajar yang literat, berempati, dan berkarakter. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi guru dan pengembang kurikulum dalam menciptakan pembelajaran bahasa yang lebih bermakna, menyenangkan, dan selaras dengan kebutuhan literasi abad ke-21.
PUISI RAKYAT SEBAGAI MEDIUM SASTRA DIDAKTIS: PENDEKATAN SEMIOTIKA BARTHES TERHADAP NILAI KULTURAL Ismail Marzuki; Hani Agustina
Buana Bastra Vol 12 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol12.no2.a10818

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda-tanda linguistik dan makna simbolik yang merepresentasikan nilai-nilai kultural masyarakat sebagai medium sastra didaktis. Metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap teks puisi rakyat Tegining Teganang merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis dilakukan melalui identifikasi tanda, penafsiran makna, pemetaan nilai-nilai moral dan sosial serta fungsi didaktis di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi rakyat Tegining Teganang mencerminkan nilai kerja keras, kebersamaan, kekerabatan, spiritual, dan penghormatan terhadap adat. Melalui konstruksi tanda dan mitos budaya dalam semiotika Barthes, puisi tersebut berfungsi sebagai sarana pendidikan moral yang menanamkan kearifan lokal kepada masyarakat.
The Dynamics of Multigenre Literary Textual Shifts in Ayu Utami’s Saman: A Cognitive Poetics Perspective Ahmad Rifai; Ismail Marzuki; Islam Ragab Abdelhamid Shehata3; Hani Agustina
E-Link Journal Vol 12 No 02 (2025): E-link Journal
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ej.v12i2.1303

Abstract

This study analyzes the shifts of text worlds in the novel Saman through Cognitive Poetics, particularly Text World Theory and the activation of mental schemata. With its multigenre character, ranging from poetic, documentary, erotic, and religious modes to light conversation and tragedy, Saman presents stylistic transitions that continually reshape the reader’s spatial, temporal, evaluative, and emotional orientations. The research employs a qualitative approach with units of analysis in the form of narrative fragments that mark genre transitions. The analysis involves close reading, text-world mapping, schema tracking, and the assessment of inter-genre coherence. The findings reveal three major cognitive strategies: the shift from phatic to evidential schemata in personal tragedy, the transition from embodied cognition to moral reasoning in erotic–religious passages, and the emergence of structured empathy in the move from poetic to documentary modes. This study fills a gap in previous research, which has rarely discussed the cognitive experience of Saman’s readers, while also highlighting the novel’s uniqueness as a multigenre text that demands high cognitive flexibility from its audience.