Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pemberian Terapi Foot massage Pada Ibu Post Op Sectio Caesare Dengan Diagnosa Keperawatan Nyeri Akut Di Ruangan Matahari Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Foot Massage Therapy for Post-Op Caesarean Section Mothers with Nursing Diagnosis of Acute Pain in the Sun Room at Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Anacelsia, Cintia; Edy Pakaya, Rahma; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.8731

Abstract

Sectio caesarea sering menyebabkan nyeri pasca operasi yang menghambat pemulihan ibu, Terapi farmakologis efektif tetapi memiliki risiko efek samping Oleh karena itu, terapi nonfarmakologis seperti foot massage menjadi alternatif yang aman dan efektif. Foot massage merangsang saraf kaki, meningkatkan endorfin, mengurangi nyeri, serta mempercepat penyembuhan dan kenyamanan pasien post operasi. Metode Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan subjek ibu post sectio caesarea yang mengalami nyeri akut dan dikelolah selama 4 kali kunjungan 3 kali implementasi dengan pemberian tindakan keperawatan berupa teknik foot massage dan dilakukan 1-2 kali/hari selama 15-20 menit. Pengumpulan data menggunakan buku status, wawancara, observasi, dan metode proses keperawatan. Bahan yang digunakan yaitu minyak pijat, handscon bersih. Hasil Terdapat perubahan setelah dilakukan terapi foot massage selama 3 hari pada responden, dari skala nyeri yang dirasakan 8 pada hari pertama turun menjadi 7, hari kedua skala nyeri turun menjadi 5, hari ketiga skala nyeri menurun menjadi 3 setelah dilakukan terapi, hasil yang didapatkan menunjukan bahwa terjadi perubahan yang signifikan. Kesimpulan Teknik foot massage efektif untuk digunakan pada ibu yang mengalami nyeri skala sedang setelah sectio caesarea, dan terapi ini sangat mudah dilakukan serta berpengaruh besar untuk mengtasi masalah nyeri akut.
Implementasi Terapi Okupasi Menggambar Untuk Mengontrol Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia Di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Occupational Therapy Through Drawing To Control Auditory Hallucinations In Schizophrenic Patients At Madani General Hospital, Central Sulawesi Province Ir. Latowale, Vivi Safirli; Rosita; Edy Pakaya, Rahma
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9088

Abstract

Latar belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan gangguan persepsi sensori seperti halusinasi pendengaran, yang dapat mengganggu fungsi sosial, emosional dan kognitif pasien. Salah satu upaya nonfarmakologis yang bisa diterapkan untuk mengontrol halusinasi pendengaran adalah melalui terapi okupasi menggambar. Terapi okupasi menggambar merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang mengggunakan media seni sebagai sarana komunikasi yang mendorong individu untuk menyalurkan serta memahami emosi dalam bentuk karya visual. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi okupasi menggambar dalam mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil pada pasien yang mengalami gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan dikelolah selama 3 hari, implementasi dengan pemberian tindakan keperawatan berupa terapi okupasi menggambar dan dilakukan 1 kali/hari selama 15-20 menit . Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan metode proses keperawatan. Bahan yang digunakan yaitu buku gambar, pensil, dan pensil warna. Hasil: Menunjukkan bahwa terapi okupasi menggambar efektif menurunkan gejala halusinasi pendengaran yang mengasah keterampilan pasien melalui aktivitas menggambar. Implementasi standar pelaksanaan dan terapi menggambar yang dilakukan selama 3 hari pada Ny.A menunjukkan bahwa pasien dapat mengenal halusinasi dan menerapkan terapi okupasi menggambar untuk mengontrol halusinsinya yang muncul. Terapi okupasi menggambar efektif dilakukan pada pasien skizofrenia dengan masalah gangguan halusinasi pendengaran