Latar belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan gangguan persepsi sensori seperti halusinasi pendengaran, yang dapat mengganggu fungsi sosial, emosional dan kognitif pasien. Salah satu upaya nonfarmakologis yang bisa diterapkan untuk mengontrol halusinasi pendengaran adalah melalui terapi okupasi menggambar. Terapi okupasi menggambar merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang mengggunakan media seni sebagai sarana komunikasi yang mendorong individu untuk menyalurkan serta memahami emosi dalam bentuk karya visual. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi okupasi menggambar dalam mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil pada pasien yang mengalami gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan dikelolah selama 3 hari, implementasi dengan pemberian tindakan keperawatan berupa terapi okupasi menggambar dan dilakukan 1 kali/hari selama 15-20 menit . Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan metode proses keperawatan. Bahan yang digunakan yaitu buku gambar, pensil, dan pensil warna. Hasil: Menunjukkan bahwa terapi okupasi menggambar efektif menurunkan gejala halusinasi pendengaran yang mengasah keterampilan pasien melalui aktivitas menggambar. Implementasi standar pelaksanaan dan terapi menggambar yang dilakukan selama 3 hari pada Ny.A menunjukkan bahwa pasien dapat mengenal halusinasi dan menerapkan terapi okupasi menggambar untuk mengontrol halusinsinya yang muncul. Terapi okupasi menggambar efektif dilakukan pada pasien skizofrenia dengan masalah gangguan halusinasi pendengaran