Fadlillah, Muhammad Za'im Zacky
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Negosiasi Status Sosial dan Prinsip Kesetaraan Fadlillah, Muhammad Za'im Zacky; -, Alanuari
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 15 No 02 (2025): Jejak Pemikiran Islam dan Tradisi Lokal Keagamaan
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v15i02.138

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menarasikan negosiasi antara status sosial dan prinsip-prinsip kesetaraan dalam kebudayaanan Pandalungan di Kabupaten Lumajang. Artikel ini didasarkan pada penelitian tahun 2024 melalui observasi terhadap tradisi Sandingan Malam Jumat Legi di Desa Kandangtepus Kecamatan Senduro Lumajang. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Penelitian ini menemukan bahwa kebudayaanan Pandalungan mengedepankan kesetaraan sosial, toleransi, dan persaudaraan sebagai landasan interaksi antarwarga. Hal itu tercermin dalam Tradisi sandingan malam Jumat Legi. Penguatan peran masyarakat sipil atau masyarakat umum dalam sosial-kemasyarakatan; menghapus sebuah stratifikasi sosial yang dimana masyarakat lokal Pandalungan di Desa Kandangtepus Kecamatan Senduro semuanya memiliki hak yang setara. Sehingga menjadi representasi konkret dari prinsip-prinsip tersebut, di mana masyarakat tanpa memandang latar belakang turut berpartisipasi dalam ritual bersama. Kondisi geografis Lumajang yang agraris membentuk karakter masyarakat yang hidup sederhana dan harmonis. Selain itu, pengaruh masuknya Islam di wilayah tersebut memperkuat nilai-nilai egaliter dan kesetaraan dalam praktik kebudayaanan Pandalungan. Temuan ini menegaskan bahwa kebudayaanan lokal dapat menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai keislaman yang ramah dan kontekstual terhadap kebudayaan setempat, serta berpotensi menjadi model peradaban Islam yang toleran di tengah-tengah keberagaman Indonesia. This article aims to narrate the negotiation between social status and the principles of equality in Pandalungan culture in Lumajang Regency. This article is based on a 2024 study through observations of the Sandingan Malam Jumat Legi tradition in Kandangtepus Village, Senduro District, Lumajang. This article uses a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of participatory observation, in-depth interviews, and document studies. This study found that Pandalungan culture prioritizes social equality, tolerance, and brotherhood as the basis for interaction between residents. This is reflected in the Sandingan Malam Jumat Legi tradition. Strengthening the role of civil society or the general public in social life; eliminating social stratification where the local Pandalungan community in Kandangtepus Village, Senduro District all have equal rights. This becomes a concrete representation of these principles, where people regardless of background participate in the ritual together. Lumajang's agrarian geographical conditions shape the character of a community that lives simply and harmoniously. In addition, the influence of the arrival of Islam in the region strengthens egalitarian values ​​and equality in Pandalungan cultural practices. These findings confirm that local culture can be a space for the actualization of Islamic values ​​that are friendly and contextual to local culture, and has the potential to become a model of tolerant Islamic civilization amidst Indonesia's diversity.