Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Lagu sebagai Pendekatan Kognitivisme dalam Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Pemahaman Kosakata Siswa SD Faradila, Anindya; Febriani, Afnia Dwi; Sa’adah, Safinatus; Sumaji, Sumaji
Journal of Contemporary Issue in Elementary Education Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025 (In Press)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jciee.v3i2.11422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan lagu sebagai pendekatan kognitivisme dalam pembelajaran bahasa Inggris guna meningkatkan pemahaman kosakata siswa sekolah dasar. Berlandaskan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, penelitian ini melibatkan siswa kelas IV di SD Negeri 2 Blembem, Ponorogo, dengan jumlah sampel sebanyak 18 siswa dan seorang guru bahasa Inggris. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lagu yang relevan dengan lirik sederhana dan pengucapan jelas meningkatkan motivasi siswa, memperkuat daya ingat, dan memfasilitasi pelafalan kosakata baru. Temuan juga mengungkap bahwa lagu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan keterlibatan siswa, dan membantu mereka memahami konteks penggunaan kosakata dalam situasi sehari-hari. Kesimpulannya, media lagu merupakan alat pembelajaran efektif yang sesuai dengan tahap perkembangan operasional konkret siswa sekolah dasar.
PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS: REFLEKSI TENTANG PENGEMBANGAN KETERAMPILAN AKADEMIK DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MELALUI KKL KOLABORATIF Ardyanti, Yuanita; Faradila, Anindya; Rahmawati, Ayu; Restuningtyas, Nungki; K, Istiroah Ida; Arisanti, Fifi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.7669

Abstract

This study examines the role of out-of-class learning through collaborative Field Work Lectures (KKL) between Muhammadiyah University Ponorogo (UMPO) and PGRI University Semarang (UPGRIS) in developing students' academic and soft skills. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through student reflective notes, participatory observation, and documentation during the activities. The results of the study reveal that collaborative KKL creates meaningful learning experiences through direct interaction with the realities in the field. These activities not only deepen academic competence in their respective fields of study, but also significantly hone soft skills. Students showed real progress in communication skills, teamwork, adaptability, and critical reflection. Active involvement in various academic tasks and social interactions during KKL increased self-awareness, discipline, and analytical thinking skills. The systematic reflection process was key in helping students build a bridge between the theory learned in the classroom and the complexity of real-life situations in the field. Thus, the study concluded that learning outside the classroom through the collaborative KKL model is an effective pedagogy. This model successfully combines empirical experience with deep reflection, thereby supporting the holistic development of students' capacities, preparing them not only intellectually but also socially and personally to face challenges in the professional world. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran pembelajaran di luar kelas melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kolaboratif antara Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dalam mengembangkan keterampilan akademik dan sosial  mahasiswa. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui catatan reflektif mahasiswa, observasi partisipatif, dan dokumentasi selama kegiatan. Hasil penelitian mengungkap bahwa KKL kolaboratif menciptakan pengalaman belajar yang bermakna melalui interaksi langsung dengan realitas lapangan. Aktivitas ini tidak hanya memperdalam kompetensi akademik sesuai bidang ilmu, tetapi juga secara signifikan mengasah keterampilan sosial . Mahasiswa menunjukkan perkembangan nyata dalam kemampuan komunikasi, kerja sama tim, adaptabilitas, dan refleksi kritis. Keterlibatan aktif dalam berbagai tugas akademik dan interaksi sosial selama KKL meningkatkan kesadaran diri, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir analitis. Proses refleksi yang sistematis menjadi kunci dalam membantu mahasiswa membangun jembatan antara teori yang diperoleh di ruang kelas dengan kompleksitas situasi nyata di lapangan. Dengan demikian, penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran di luar kelas melalui model KKL kolaboratif merupakan sebuah pedagogi yang efektif. Model ini berhasil memadukan pengalaman empiris dengan perenungan mendalam, sehingga mampu mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa secara holistik, menyiapkan mereka tidak hanya secara intelektual tetapi juga secara sosial dan personal untuk menghadapi tantangan di dunia profesional..
Managing AI Adoption in Islamic Higher Education: A Diffusion of Innovation Perspective Faradila, Anindya; Asmaroini, Ambiro Puji; Shohenuddin, Shohenuddin
QUALITY Vol 14, No 1 (2026): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v14i1.33724

Abstract

This research analyzes AI adoption and its managerial implications among Islamic higher education undergraduates through the lens of the Diffusion of Innovation (DOI) framework. This study utilized a qualitative case study approach, involving 50 participants who provided written interviews and reflective responses. These datasets were analyzed thematically to explore adoption trends, perceived challenges, and ethical dimensions. The findings show that students adopt AI primarily for efficiency, task structuring, and personalized learning support, while peer influence and trialability accelerate adoption. However, concerns regarding academic integrity, information accuracy, and digital literacy disparities persist as barriers. From a management perspective, the study reveals the emerging need for institutional regulation, ethical-digital leadership, and Islamic value-based guidelines to manage the use of AI in classrooms. This study contributes to Islamic educational management by proposing a value-oriented model of AI governance grounded in amanah (trustworthiness), sidq (truthfulness), and adab (ethical conduct), highlighting how Islamic higher education institutions can strategically regulate AI to ensure responsible and ethical learning practices.