Pekerja migran merupakan kelompok populasi yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan akibat interaksi kompleks antara faktor individu, pekerjaan, lingkungan kerja, psikososial, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan di negara tujuan. Karakteristik pekerjaan yang didominasi sektor berisiko tinggi, beban kerja berat, jam kerja panjang, serta kondisi sosial dan hukum yang tidak selalu mendukung semakin meningkatkan kerentanan kesehatan pekerja migran. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji kesehatan pekerja migran dari beragam perspektif, bukti ilmiah yang tersedia masih tersebar, heterogen, dan belum terpetakan secara sistematis. Oleh karena itu, scoping review ini bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan pekerja migran berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia. Metode yang digunakan mengikuti kerangka Arksey dan O’Malley yang disempurnakan oleh Levac et al. (2010). Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015–2025. Kriteria inklusi mencakup studi dengan desain kuantitatif, kualitatif, dan mixed methods yang membahas determinan kesehatan pekerja migran. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi. Temuan utama mengelompokkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan pekerja migran ke dalam lima tema utama, yaitu faktor individu, faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, faktor psikososial, akses terhadap layanan kesehatan, serta faktor sosial dan kebijakan. Kesimpulan dari scoping review ini menunjukkan bahwa kesehatan pekerja migran dipengaruhi oleh faktor multidimensional yang saling berinteraksi, sehingga diperlukan pendekatan kebijakan dan intervensi kesehatan yang komprehensif, lintas sektor, dan berorientasi pada perlindungan serta peningkatan kesejahteraan pekerja migran secara berkelanjutan.