Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Masalah Kesehatan Pekerja Migran Indonesia: Scoping Review Agustiansyah, Tri Aan; Jais, Suriadi; Sukarni, Sukarni
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.51039

Abstract

Latar belakang: Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan kelompok yang memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan akibat kondisi kerja yang berat, lingkungan tinggal yang kurang memadai, serta keterbatasan akses kesehatan di negara penempatan.Tujuan: Review ini bertujuan untuk memetakan bukti empiris mengenai masalah kesehatan yang dialami PMI, termasuk faktor risiko apa saja yang berkontribusi terhadap masalah kesehatan dan hambatan dalam mengakses layanan kesehatan. Metode: Scoping review dilakukan berdasarkan kerangka Arksey OMalley dan panduan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect dengan batasan publikasi 10 tahun terakhir (2015-2025).Hasil: Masalah kesehatan PMI meliputi: (1) cedera akibat kerja seperti Low Back Pain (LBP), (2) gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, stress dan depresi, (3) penyakit infeksi seperti HIV, (4) penyakit tidak menular seperti Hipertensi dan Hiperkolesterolemia, (5) Kekerasan Fisik dan diskriminasi, (6) kurang pengetahuan tentang gaya hidup sehat dan tentang berbagai macam penyakit (7) hambatan struktural dalam mengakses layanan kesehatan serta (8) perlindungan Asuransi Kesehatan di negara tujuan. Kesimpulan: PMI menghadapi beban kesehatan signifikan yang dipengaruhi faktor pekerjaan, lingkungan, regulasi, dan aspek sosial. Perlu strategi kebijakan yang komprehensif, peningkatan edukasi pra-keberangkatan, serta penguatan sistem perlindungan kesehatan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Pekerja Migran: Scoping Review Agustiansyah, Tri Aan; Hastuti, Lidia; Lestari, Lilis; Haryanto, Haryanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5224

Abstract

Pekerja migran merupakan kelompok populasi yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan akibat interaksi kompleks antara faktor individu, pekerjaan, lingkungan kerja, psikososial, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan di negara tujuan. Karakteristik pekerjaan yang didominasi sektor berisiko tinggi, beban kerja berat, jam kerja panjang, serta kondisi sosial dan hukum yang tidak selalu mendukung semakin meningkatkan kerentanan kesehatan pekerja migran. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji kesehatan pekerja migran dari beragam perspektif, bukti ilmiah yang tersedia masih tersebar, heterogen, dan belum terpetakan secara sistematis. Oleh karena itu, scoping review ini bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan pekerja migran berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia. Metode yang digunakan mengikuti kerangka Arksey dan O’Malley yang disempurnakan oleh Levac et al. (2010). Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015–2025. Kriteria inklusi mencakup studi dengan desain kuantitatif, kualitatif, dan mixed methods yang membahas determinan kesehatan pekerja migran. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi. Temuan utama mengelompokkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan pekerja migran ke dalam lima tema utama, yaitu faktor individu, faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, faktor psikososial, akses terhadap layanan kesehatan, serta faktor sosial dan kebijakan. Kesimpulan dari scoping review ini menunjukkan bahwa kesehatan pekerja migran dipengaruhi oleh faktor multidimensional yang saling berinteraksi, sehingga diperlukan pendekatan kebijakan dan intervensi kesehatan yang komprehensif, lintas sektor, dan berorientasi pada perlindungan serta peningkatan kesejahteraan pekerja migran secara berkelanjutan.